Tingkatkan Daya Tarik, Dispar Badung Tata Lima Desa Wisata

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:48 WIB
Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung. (Dok. Bali Express)
Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung. (Dok. Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bakal menata lima Desa Wisata.

Dalam penataan ini dilakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Bahkan dalam penataan yang dianggarkan Rp 16,7 miliar ini akan ada sejumlah pembangunan monumen baru.

Baca Juga: Pastikan Tak Tumpang Tindih, Disbud Badung Bakal Evaluasi Bantuan Dana Upakara

Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengatakan, lima desa wisata yang mendapat penataan tahun ini yakni Desa Wisata Kapal, Petang, Munggu, Bongkasa Pertiwi, dan Pangsan.

Penataannya pun akan berbeda di setiap desa, mengingat hal ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Lingkup pekerjaan di masing-masing desa wisata berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ujar Putri Mas Agung, Selasa (28/7).

Baca Juga: Pendampingan Psikologis Diintensifkan, Istri dan Anak Korban Tragedi Baturiti di Sidetapa, Dipastikan Tetap Mendapat Perlindungan

Pihaknya menyebutkan, program ini sejalan dengan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata, yaitu pengembangan desa wisata.

"Pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan masyarakat. Apa yang kami kerjakan di Badung adalah dukungan daerah terhadap program prioritas nasional tersebut," paparnya.

Dalam penataan yang akan dilakukan, Putri Mas Agung menerangkan, Desa Wisata Kapal dalam perencanaan akan ada Monumen Siat Tipat, patung Patih, Patung Kebo Iwa, patung kuda, dan penataan halaman.

Baca Juga: Wabup. Bagus Alit Sucipta Serahkan Penghargaan Tertib Administrasi Akta Kematian di Abiansemal

Desa Wisata Petang untuk pembangunan candi bentar, tembok penyengker, dinding penahan tanah, Bale Saka Pat, bangunan pengelola, toilet umum, pos informasi, area parkir dan penataan kawasan.

"Sementara itu, Desa Wisata Munggu difokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang taman, area parkir, planter, panggung, tembok penyengker, hingga candi bentar," terangnya.

Kemudian, Desa Wisata Bongkasa Pertiwi akan dibangun ruang ganti, Bale Saka Pat, ruang tunggu, Bale Gong, los, tempat melukat, kolam perendaman, kolam ikan, serta penataan kawasan Pura Taman Beji Tirta beserta fasilitas pendukung lainnya.

"Sedangkan di Desa Wisata Pangsan meliputi gazebo, kantor pengelola, patung, tempat suci, penataan halaman, landscape,  serta penataan gapura," paparnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, seluruh paket pekerjaan saat ini masih dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Setelah proses pengadaan rampaung, pembangunan fisik akan segera dimulai.

“Kami berharap penataan infrastruktur ini mampu meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing desa wisata sebagai destinasi Pariwisata berbasis masyarakat unggulan di Badung," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
desa wisata badung Dispar