Waspada Cuaca Buruk! Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Ditutup, Kendaraan Mengular

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:43 WIB
Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali memaksa aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara pada Selasa (28/7/2026). (Ist)
Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali memaksa aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara pada Selasa (28/7/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali memaksa aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara pada Selasa (28/7/2026).

Angin kencang yang disertai gelombang tinggi membuat otoritas pelabuhan menutup operasional demi menjamin keselamatan pelayaran.

Penghentian sementara diberlakukan mulai pukul 11.10 Wita. Dampaknya, ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus antarkota hingga truk logistik, tertahan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga: Bantu Atasi Trauma, Polres Tabanan Berikan Bantuan Psikolog kepada Keluarga Korban Pengeroyokan Baturiti

Area parkir pelabuhan pun dipenuhi kendaraan yang menunggu kondisi cuaca kembali bersahabat.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Alit Murdiasa, mengatakan keputusan menghentikan sementara operasional penyeberangan merupakan langkah antisipatif untuk mencegah potensi kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

“Keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa menjadi prioritas utama. Karena kondisi angin kencang dan gelombang tinggi dinilai membahayakan pelayaran, operasional penyeberangan dihentikan sementara hingga situasi kembali aman,” ujarnya.

Baca Juga: Desa Batunya Ungkap Kronologi Main Hakim Sendiri Versi Warga, KD Disebut Bawa Senjata Tajam

Selama penutupan berlangsung, personel kepolisian bersama petugas pelabuhan dan instansi terkait disiagakan untuk mengatur arus kendaraan, memberikan informasi kepada para pengguna jasa, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

Petugas juga terus memantau perkembangan cuaca di perairan Selat Bali sebagai dasar penentuan pembukaan kembali layanan penyeberangan.

Baca Juga: Prospek Menggiurkan, Bangli Target Perluas 350 Hektare Kebun Kopi pada 2027

Setelah kondisi cuaca dinilai membaik, operasional lintas Gilimanuk–Ketapang akhirnya kembali dibuka sekitar pukul 13.45 Wita.

Dengan demikian, penghentian layanan berlangsung selama kurang lebih dua jam 35 menit.

Alit Murdiasa mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang agar selalu memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca maupun operasional pelabuhan sebelum melakukan perjalanan.

“Kami menghimbau masyarakat yang akan menyeberang agar selalu memperhatikan informasi resmi terkait kondisi cuaca dan operasional pelabuhan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
cuaca buruk pelabuhan gilimanuk jembrana