Ngaben Massal, Desa Adat Sayan Lestarikan Tradisi Metempung

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:08 WIB
TRADISI : Bandesa Adat Sayan saat melaksanakan metempung di banjar yang melaksanakan ngaben massal. 
TRADISI : Bandesa Adat Sayan saat melaksanakan metempung di banjar yang melaksanakan ngaben massal. 

BALIEXPRESS. ID– Desa Adat Sayan, Kecamatan Ubud, terus berupaya menjaga kelestarian warisan budaya leluhur melalui tradisi metempung yang dilaksanakan setiap kali ada banjar di wilayahnya menggelar upacara ngaben massal. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan antarbanjar dalam menjalankan yadnya suci bagi leluhur.

Bandesa Adat Sayan, Anak Agung Rai Sugiartha, menjelaskan bahwa tradisi metempung merupakan bentuk dukungan moral, sosial, dan spiritual yang diberikan oleh banjar-banjar lain kepada banjar penyelenggara ngaben massal. Kehadiran krama dari berbagai banjar menjadi wujud nyata rasa persaudaraan yang telah terjalin sejak lama di Desa Adat Sayan.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban adat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkrama. Dalam pelaksanaannya, warga dari banjar lain datang secara bersama-sama untuk memberikan bantuan serta dukungan demi kelancaran rangkaian upacara yang berlangsung.

Baca Juga: Atasi Parkir Liar di Terminal Mengwi, Dishub Badung Siapkan Penertiban Terpadu Demi Kelancaran Lalu Lintas

“Metempung adalah warisan leluhur yang mengajarkan pentingnya menyama braya. Ketika satu banjar melaksanakan ngaben massal, banjar lain hadir memberikan dukungan sehingga beban dan tanggung jawab dapat dipikul bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting di tengah perkembangan zaman. Di saat masyarakat modern cenderung semakin individualistis, tradisi metempung justru memperlihatkan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan dijaga dengan baik oleh masyarakat adat Sayan.

Upacara ngaben sendiri merupakan bagian dari pelaksanaan Pitra Yadnya, yakni bentuk penghormatan dan bakti kepada leluhur dalam ajaran Hindu. Melalui ngaben, umat Hindu meyakini atma atau roh dapat disucikan dan diantarkan menuju alam yang lebih tinggi. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
metempung ngaben massal