BALIEXPRESS.ID – Sanur akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sanur Fashion Week 2026 untuk pertama kalinya pada 6–7 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung di kawasan ICON Bali Mall ini diharapkan menjadi pintu bagi jenama fashion lokal menembus pasar internasional dengan memanfaatkan kekuatan Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Mengusung tema Woven in Cultural Legacy, Sanur Fashion Week menghadirkan konsep berbeda dari gelaran fashion pada umumnya.
Runway utama akan dibangun di atas breakwater Pantai Sanur dengan latar panorama laut yang dipadukan dengan kekayaan budaya Bali.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Pulihkan Tunggakan Iuran Rp6,02 Miliar Sepanjang 2025
Yang mana, akan ada 50 model yang melenggang di runway.
Komisaris Cap Bali Group, I Wayan Gede Ari Danangga, mengatakan posisi brand fashion lokal di Bali sebenarnya sudah cukup kuat karena didukung oleh sektor pariwisata.
Namun, menurutnya, masih banyak merek yang berkembang di Bali justru dimiliki oleh pelaku asing.
"Bali sebenarnya bisa dikatakan sudah sangat cukup cukup kuat karena posisi brand fashion lokal di Bali itu sebenarnya sudah sangat terbantu dengan pariwisata. Cuman sayangnya para pelaku masih kebanyakan dari asing. Nah, seharusnya beberapa orang lokal, orang Bali khususnya harusnya tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri, harusnya menjadi pelaku di rumah sendiri," ujarnya saat konferensi pers di ICON Bali, Jumat (31/7).
Ia menilai Bali memiliki modal besar untuk melahirkan brand fashion berkelas internasional karena dikenal sebagai destinasi wisata global.
Namun hingga kini, penetrasi menuju pasar internasional masih menjadi tantangan.
"Nah, bagaimana membentuk ini sebenarnya mudah karena dengan Bali sebagai destinasi destinasi pariwisata, pusat kunjungan, jendelanya dunia, sebenarnya ini sangat mudah bagaimana kita memposisikan brand lokal khususnya di fashion untuk berada di posisi bertaraf internasional. Cuman penetrasinya belum ada, makanya kami menyelenggarakan Sanur Fashion Week," katanya.
Danangga menegaskan kualitas produk fashion lokal sebenarnya tidak kalah bersaing.
Persoalan utama justru terletak pada aspek branding dan pemasaran yang masih belum menjadi perhatian banyak pelaku usaha.
Baca Juga: PN Gianyar Pulihkan Kerugian Wisatawan Korea Rp 51 Juta
"Sebenarnya kualitas brand lokal itu bagus. Cuman masalahnya adalah bagaimana mereka membungkusnya,” katanya.
Ia menambahkan Cap Bali sendiri telah mengalokasikan investasi yang besar untuk membangun citra merek.
Upaya tersebut, menurutnya, membuahkan hasil melalui berbagai kolaborasi.
Selain membangun ekosistem industri kreatif, penyelenggaraan Sanur Fashion Week juga diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan brand lokal dengan wisatawan mancanegara, buyer, distributor, investor, media, hingga pelaku industri fashion internasional.
Baca Juga: Ngaben Massal, Desa Adat Sayan Lestarikan Tradisi Metempung
Direktur Cap Bali Group, Putu Fitri Ertaningsih, mengatakan penyelenggaraan perdana ini bukan sekadar menghadirkan peragaan busana, melainkan menjadi upaya mengangkat identitas budaya Sanur melalui industri fashion.
"Tahun ini merupakan langkah pertama kami menghadirkan Sanur Fashion Week. Lebih dari sekadar peragaan busana, kami ingin membangun sebuah platform yang mengangkat budaya Sanur dan Bali pada industri fashion dengan panggung keindahan alam Pantai Sanur sebagai salah satu destinasi pariwisata Bali. Kami percaya Sanur memiliki karakter budaya yang sangat kuat untuk menjadi rumah bagi sebuah fashion week yang berakar pada identitas lokal namun memiliki daya tarik internasional," ujar Putu Fitri Ertaningsih.
Menurut penyelenggara, pemilihan Sanur didasarkan pada karakter kawasan yang masih kuat mempertahankan budaya Bali, namun terus berkembang sebagai destinasi wisata modern dengan dukungan hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas kesehatan bertaraf internasional.
Melalui Sanur Fashion Week, penyelenggara juga ingin memperkuat posisi Sanur sebagai lifestyle dan shopping destination, sekaligus memperluas eksposur produk-produk fashion Indonesia di pasar global.
General Manager Commercial & Marcomm ICON Bali, Renata Hutasoit, menilai tingginya kunjungan wisatawan ke ICON Bali menjadikan lokasi tersebut strategis untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif.
"Lebih dari sekadar pusat perbelanjaan, ICON Mall Bali merupakan etalase bagi brand-brand lokal untuk memperkenalkan identitas, kualitas, dan kreativitasnya kepada pasar global, sekaligus memperkuat daya saing industri fashion Indonesia dan menegaskan posisi Bali sebagai destinasi unggulan bagi perkembangan ekonomi kreatif dan fashion berkelas internasional,” jelasnya.
Baca Juga: Belajar Menanam Padi, TK Puri Damai Bentuk Imunitas dan Karakter Cinta Lingkungan
Rangkaian Sanur Fashion Week 2026 juga akan dimeriahkan oleh penampilan Alffy Rev bersama XYRA sebagai special performance.
Penyelenggara turut mengundang sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali.
Ke depan, Sanur Fashion Week diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat ekosistem industri fashion nasional sekaligus memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.(ika)
Editor : Rika Riyanti