BALIEXPRESS.ID- Sekitar 30 sepeda motor dinas milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kini hanya terparkir di lingkungan kantor.
Kendaraan yang sebagian besar merupakan aset lama itu sedang diinventarisasi.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan inventarisasi masih berlangsung.
Baca Juga: Tumpek Krulut, Diskes Bangli Buka Layanan Kesehatan Gratis di Lokasi Upacara Adat
Penilaian kondisi fisik kendaraan akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan sebagai dasar menentukan langkah terhadap masing-masing aset.
"Kami masih inventarisasi, mana yang lebih efektif diservis atau dilelang. Penilaian fisiknya oleh Dinas Perhubungan. Sekarang masih proses inventaris," ujarnya.
Sarma menjelaskan, sebagian besar sepeda motor itu merupakan aset lama yang telah berusia puluhan tahun, bahkan terdapat motor pengadaan tahun 1986 dan sebagian lainnya merupakan pengadaan era 1990-an.
Baca Juga: Sanur Fashion Week 2026 Perdana Digelar, Bidik Panggung Global bagi Brand Fashion Lokal
Menurutnya, sepeda motor tersebut sebelumnya dimanfaatkan oleh para penyuluh pertanian untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Kerusakan membuat kendaraan itu dikembalikan ke dinas, karena dinas tidak ada mengalokasikan biaya perbaikan ketika kendaraan di tangan penyuluh.
Baca Juga: Mulai 31 Juli, Akses Jalan Bandara Ngurah Rai Direkayasa, Tujuh Titik U-Turn Ditutup
Sebelumnya, anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama, menyoroti banyaknya kendaraan dinas di Pemkab Bangli yang rusak tak dilakukan perbaikan atau dilelang.
Menurutnya, kendaraan yang masih layak sebaiknya diperbaiki dan digunakan kembali, sedangkan yang sudah tidak memungkinkan dioperasikan lebih baik dilelang agar tidak terus terbengkalai.
"Kalau memang tidak terpakai lebih baik dilelang. Daripada barang yang sudah tidak terpakai membusuk dan ditumbuhi rumput seperti di eks Kantor Disparbud," ujar Sutama.
Politikus Partai Golkar ini menilai, membiarkan kendaraan dinas mangkrak hanya akan memperparah kerusakan.
Selain kondisi fisiknya semakin menurun, nilai ekonomis kendaraan juga terus menyusut seiring berjalannya waktu.
"Kalau memang sudah tidak dipakai dan umurnya sudah lama, lebih baik dilelang, ketimbang barang itu membusuk diam, ditumbuhi rumput kan lebih rugi," tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan