BALIEXPRESS. ID– Resort Bambu Indah di kawasan Sayan, Ubud, memperkenalkan konsep destination wedding berkelas melalui wedding showcase perdana bertajuk “Enchanted Forest, Whisper of Love”. Acara ini menghadirkan pengalaman pernikahan yang memadukan keindahan alam Bali, karya seni, budaya, dan kemewahan yang lebih bermakna.
Wedding showcase tersebut menjadi langkah awal Bambu Indah untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi pernikahan paling unik di Bali. Berlokasi di tengah hutan tropis, lembah hijau, persawahan, dan aliran sungai, Bambu Indah menawarkan suasana pernikahan yang jauh dari konsep venue konvensional.
Untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan, Bambu Indah menggandeng sejumlah nama besar di industri pernikahan Indonesia. Perhiasan handmade karya John Hardy, gaun pengantin rancangan desainer ternama Hian Tjen, instalasi bunga dari Dada Island, tata rias Surya Tan Makeup, hingga pertunjukan tari Bali kontemporer dari Kita Poleng menjadi bagian dari kolaborasi yang memperkaya acara tersebut. Seluruh momen diabadikan oleh Axioo melalui fotografi dan videografi profesional.
Baca Juga: Tumpek Krulut, Diskes Bangli Buka Layanan Kesehatan Gratis di Lokasi Upacara Adat
Keunggulan utama Bambu Indah terletak pada pilihan venue yang menyatu dengan alam. Salah satu yang paling ikonik adalah Tree House, rumah pohon eksklusif dengan kapasitas hingga 12 tamu yang cocok untuk pernikahan intim maupun elopement. Venue ini bahkan pernah mendapat pengakuan dari BBC Culture sebagai salah satu rumah pohon paling spektakuler di dunia.
Selain itu, tersedia Sunset Pool Area yang mampu menampung hingga 50 tamu dengan panorama lembah dan matahari terbenam, lengkap dengan panggung mengapung yang dapat digunakan untuk prosesi pernikahan maupun resepsi malam. Sementara Yoga Shala menawarkan pengalaman berbeda dengan akses melalui gua alami menuju pavilion terbuka yang dikelilingi hutan dan sungai, berkapasitas hingga 80 tamu.
Bagi pasangan yang menginginkan pesta lebih besar, The Island menjadi pilihan ideal dengan kapasitas hingga 100 tamu. Venue ini menghadirkan suasana layaknya pulau pribadi yang tersembunyi di tengah keasrian alam Bali, memberikan pengalaman eksklusif bagi mempelai dan para undangan.
Tidak hanya menghadirkan lokasi pernikahan, Bambu Indah juga menawarkan pengalaman menginap yang unik melalui 24 akomodasi yang dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Koleksinya mencakup rumah bambu hasil karya tangan serta rumah pengantin kayu jati khas Jawa yang memiliki nilai sejarah dan karakter tersendiri.
Para tamu dapat menikmati berbagai fasilitas kesehatan dan relaksasi, seperti kolam mata air alami, sauna kayu bakar, cold plunge, pemandian tembaga air panas, crystal pool, hingga gua meditasi yang berada di tengah suasana hutan tropis. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman pemulihan energi sekaligus memperkuat koneksi dengan alam.
Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm, Citra Suriah, mengatakan bahwa sebuah pernikahan seharusnya menjadi lebih dari sekadar perayaan. “Di Bambu Indah, kami percaya bahwa sebuah pernikahan harus menjadi lebih dari sekadar perayaan yang indah, tetapi sebuah pengalaman bermakna yang menjadi bagian dari perjalanan hidup pasangan,” ujarnya.
Didirikan pada 2005 oleh desainer perhiasan ternama John Hardy bersama istrinya Cynthia Hardy, Bambu Indah kini berkembang menjadi sebuah living lab yang mengedepankan praktik regeneratif dan keberlanjutan. Berlokasi di lembah hijau Sayan, Ubud, resor ini terus menginspirasi konsep pariwisata yang bertanggung jawab melalui perpaduan arsitektur, budaya, kuliner, dan harmoni dengan alam, sekaligus menawarkan pengalaman pernikahan yang tak terlupakan bagi pasangan dari berbagai penjuru dunia.*
Editor : Putu Agus AdegrantikaSumber : adegrantika