Nelayan Hilang di Perairan Medewi Jembrana, Jukung Ditemukan Mengapung

I Made Mertawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 06:27 WIB
Tim SAR melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Medewi, Jembrana, Sabtu (1/8/2026). (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar)
Tim SAR melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Medewi, Jembrana, Sabtu (1/8/2026). (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar)

BALIEXPRESS.ID- Seorang nelayan asal Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dilaporkan hilang.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan melakukan pencarian di perairan, namun belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Asmuri,43, warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi. Ia diduga terjatuh dari jukung saat mencari ikan di perairan Pantai Medewi.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Indonesia Tumbuh Pesat, Prestasi Junior Indonesia, Zurich, dan Starbucks Perkuat Ekosistem Wirausaha Kreatif Muda melalui Student Company

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan diterima dari Polairud Polres Jembrana pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.45 Wita.

Berdasarkan informasi, korban berangkat melaut seorang diri menggunakan jukung pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Beberapa jam kemudian, seorang nelayan menemukan jukung milik korban mengapung tanpa awak sekitar 100 meter di selatan bibir Pantai Medewi.

Baca Juga: Belajar Merawat Bumi Pertiwi dari Tradisi Ngeyehin Karang di Pedawa

Dugaan sementara, korban terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan kelompok nelayan setempat.

Baca Juga: Sinergi Tingkatkan Kualitas Layanan, Bank BPD Bali dan PT Taspen Gelar Sosialisasi Mekanisme "Flagging" Baru

Sebanyak tujuh personel Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana diberangkatkan menuju lokasi.

"Satu unit rubber boat yang diawaki tiga personel memulai pencarian pada pukul 07.20 Wita," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Penyisiran di laut berlangsung lebih dari dua jam, namun belum membuahkan hasil.

Tim kemudian melanjutkan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir kawasan Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh sekitar 2 kilometer.

Pada sore hari, operasi dilanjutkan dengan penyisiran darat yang dipadukan pemantauan udara menggunakan drone thermal di kawasan Pantai Yeh Sumbul. Hingga operasi dihentikan sekitar pukul 15.25 Wita, korban masih belum ditemukan.

Sidakarkay mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (2/8/2026) dengan memperluas area penyisiran serta mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat pesisir di sekitar lokasi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
pantai medewi nelayan hilang jembrana