Koster Buka Suara soal Terduga Pencuri Ayam Dikeroyok di Baturiti

I Made Mertawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bawa pesan kasih sayang di Hari Suci Tumpek Krulut saat menemui dan mentraktir masyarakat di UMKM Denpasar, Sabtu (1/8/2026). (ANTARA)
Gubernur Bali Wayan Koster bawa pesan kasih sayang di Hari Suci Tumpek Krulut saat menemui dan mentraktir masyarakat di UMKM Denpasar, Sabtu (1/8/2026). (ANTARA)

BALIEXPRESS.ID- Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara terkait kasus pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga mencuri ayam hingga meninggal dunia di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa itu disebutnya sebagai pengingat agar masyarakat tidak menyelesaikan persoalan dengan cara yang tidak beradab.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster bertepatan dengan peringatan Hari Suci Tumpek Krulut, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Empat Pemain Asing Baru Bali United Bikin Made Tito Kian Percaya Diri Sambut Musim

Menurutnya, momentum hari suci Hindu yang identik dengan kasih sayang dan keharmonisan itu harus menjadi refleksi.

“Ini mengingatkan seandainya ada hal-hal yang bersinggungan satu sama lain, tidak cocok dan sebagainya, janganlah terjadi sampai pembunuhan dengan cara yang tidak beradab seperti yang di Baturiti," ujar Koster.

Koster menjelaskan, Hari Suci Tumpek Krulut tidak hanya dimaknai sebagai upacara penyucian gamelan atau alat musik bagi umat Hindu, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang, kebahagiaan, dan harmoni.

Baca Juga: Dermaga Baru di Bedugul Tabanan Belum Beroperasi, Ada Satu Izin yang Ditunggu

"Tumpek Krulut termasuk mengingatkan kepada kita semua," kata gubernur dua perode itu.

Bertepatan dengan Tumpek Krulut, Pemprov Bali juga menggelar kegiatan berbagi dengan mentraktir masyarakat membeli makanan dan minuman gratis di 15 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Bali.

Baca Juga: Nelayan Hilang di Perairan Medewi Jembrana, Jukung Ditemukan Mengapung

Selain membantu pelaku usaha kecil, kegiatan itu dimanfaatkan Gubernur untuk menyapa masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mengingatkan makna Hari Suci Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan.

Kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang pria terduga pencuri ayam di Kecamatan Baturiti sebelumnya menjadi perhatian public.

Korban berinisial KD asal Desa Sidatapa, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.  Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu. (*)

 

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
Sumber : Antara
pengeroyokan wayan koster Maling ayam