Permainan Tradsional Bakal Diangkat Dalam Pesta Rakyat GWK 2026

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Menyambut Hari Kemwrdekaan Republik Indonesia ke-81, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park kembali menggelar Pesta Rakyat.

Namun dalam pelaksanananya tahun ini akan ada konsep yang berbeda dengan sebelumnya.

Selain konser musik dan kuliner UMKM yang dibuka, GWK pun akan menggandeng masyarakat sekitar untuk melaksanakan permainan tradisional, seperti panjat pinang, tarik tambang, dan lainnya.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Buka Rip Curl Cup Ke-23, Dorong Sport Tourism Badung

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani mengatakan, penyelenggaraan Pesta Rakyat tahun 2026 menjadi yang keenam sejak pertama kali digelar.

GWK ingin menghadirkan sebuah perayaan yang tidak hanya berorientasi pada hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat dan mampu melibatkan masyarakat secara langsung.

“Tapi kita ingin perayaan yang juga mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia serta melibatkan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan dengan kegiatan event Pesta Rakyat ini,” ujar Rosie.

Baca Juga: Cemaran Limbah Pantai Berawa Diduga Milik Beach Club, DLHK Langsung Tutup

Pihaknya menyebutkan, terdapat pembaruan konsep yang menjadi pembeda utama dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Tahun ini, Pesta Rakyat mengusung konsep lima elemen dasar yang diambil dari kata PESTA.

Kelima elemen tersebut terdiri dari huruf pertama yang melambangkan panggung budaya, kemudian eksplorasi rasa, sorak-sorai, titik temu, hingga alam lestari sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Bupati Mahayastra Bagikan Rahasia Sukses Gianyar, Pemkab Bangka Barat Datang Belajar Tata Kelola dan Inovasi Pelayanan

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi seluruh pengunjung yang datang selama penyelenggaraan acara.

“Jadi Pesta Rakyat tahun ini mengandung kelima unsur tersebut. ada unsur budayanya. Kemudian ada sajian kuliner khas kemerdekaan. Terus kemudian kita juga ada konser musik. Kemudian kita melibatkan masyarakat, berpartisipasi juga masyarakat. Kemudian kita juga ada edukasi untuk lingkungan,” ungkapnya.

Sementara Event & Experience Dept. Head GWK Cultural Park, sekaligus Koordinator Acara Pesta Rakyat 2026, Prima menjelaskan, salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini adalah menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai perlombaan khas 17 Agustus akan kembali digelar dan melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga peserta dari kategori lainnya.

“Itu kita lakukan di tanggal 17 tahun ini. Kemudian ada tarik kambang. Nah itu juga kita lakukan. Kemudian ada banyak sekali lomba yang memang kita lakukan itu untuk kategori anak-anak dan kategori lainnya,” jelasnya.

Selain berbagai perlombaan tradisional, kawasan Pesta Rakyat juga akan dipenuhi oleh 32 booth pelaku UMKM yang menyajikan beragam kuliner.

Selain itu akan ada juga bintang tamu dari musisi nasional, yakni D’masiv, Juicy Luicy, dan Aldi Taher.

Ada juga band lokal, yakni Soul Food dan satu bintang tamu yang masih disembunyikan. Pesta Rakyat tahun ini pun akan ada berbagai hadiah menarik lainnya, mulai dari sepeda motor, laptop, Hp, dan lainnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
Pesta Rakyat gwk tradisional