BALIEXPRESS.ID – Sebanyak 68 mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) yang tergabung dalam Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) menghadirkan berbagai inovasi di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Melalui program yang berfokus pada transformasi digital, mitigasi bencana, pemberdayaan UMKM, hingga pendidikan, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim KKN-PPM PNB Desa Batuan, I Gede Pradipta Suparsana Sukeranti, Senin (3/8) mengatakan bahwa seluruh program yang dijalankan dirancang berdasarkan potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Desa Batuan sebagai salah satu desa budaya dan destinasi wisata unggulan di Gianyar. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program pengabdian tersebut.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah penyusunan Peta Mitigasi Risiko Bencana Desa Batuan bekerja sama dengan PMI Provinsi Bali. Peta tersebut memuat informasi penting mengenai lokasi fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, hingga sarana pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan saat terjadi keadaan darurat. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, papan informasi mitigasi juga dipasang di Kantor Desa Batuan.
“Melalui peta mitigasi ini kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah kesiapsiagaan bencana serta mengetahui titik-titik penting yang dapat diakses saat kondisi darurat,” ujar Pradipta.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Buka Rip Curl Cup Ke-23, Dorong Sport Tourism Badung
Di bidang promosi desa, mahasiswa juga memproduksi video promosi potensi Desa Batuan yang menampilkan kekayaan seni, budaya, destinasi wisata, serta aktivitas ekonomi kreatif masyarakat. Video tersebut menonjolkan identitas khas Desa Batuan, seperti seni lukis dan seni ukir yang telah dikenal luas hingga mancanegara. Kehadiran media promosi digital ini diharapkan mampu memperkuat citra Desa Batuan sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing.
Transformasi digital pemerintahan desa turut menjadi perhatian dalam program KKN tahun ini. Mahasiswa melakukan pengembangan website Desa Batuan melalui migrasi ke domain resmi desa, pembaruan tampilan antarmuka, peningkatan kapasitas hosting, serta penyempurnaan fitur pelayanan administrasi.
"Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan akurat, " imbuhnya.
Tidak hanya menyasar sektor pemerintahan, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha lokal melalui program pendaftaran UMKM ke Google Maps. Inisiatif ini membantu pelaku usaha memperluas jangkauan promosi dan memudahkan wisatawan maupun masyarakat menemukan lokasi usaha mereka secara digital. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Kontribusi lainnya diwujudkan melalui pembuatan desain 3D Rendering Lapangan Yudistira sebagai media visual perencanaan pembangunan desa. Visualisasi tiga dimensi tersebut memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai konsep pengembangan fasilitas publik sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa dalam merancang pembangunan ke depan.
Di sektor pendidikan, mahasiswa menggelar program Edukasi Menabung dan English Interactive di empat sekolah dasar di Desa Batuan. Melalui metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, siswa diajak memahami pentingnya budaya menabung sekaligus meningkatkan kemampuan dasar berbahasa Inggris. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan guru karena dinilai mampu membangun karakter positif sejak usia dini.*
Sumber : adegrantika