Pelantikan GPEI Bali, Targetkan Pulau Dewata Jadi Pusat Perdagangan Internasional dan Hub Ekspor

Rika Riyanti • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:40 WIB
PELANTIKAN: Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali periode 2026-2031 di The Keranjang Bali, Kamis (7/8)
PELANTIKAN: Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali periode 2026-2031 di The Keranjang Bali, Kamis (7/8)

 

BALIEXPRESS.ID – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Bali, AA Ngurah Aditya Pradnyana Sunu, resmi dikukuhkan untuk memimpin organisasi tersebut untuk periode 2026–2031.

Pelantikan yang berlangsung di The Keranjang Bali, Kamis (7/8), menjadi momentum memperkuat peran Bali sebagai pusat perdagangan internasional sekaligus hub ekspor bagi produk lokal maupun komoditas dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara pengukuhan dihadiri Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Kadin Bali I Made Ariandi, serta pelaku usaha dan eksportir lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru GPEI Bali dan berharap organisasi tersebut mampu menjadi motor penggerak peningkatan ekspor nasional.

Baca Juga: Koster Targetkan Zona Inti Pusat Kebudayaan Bali Mulai Dibangun Akhir 2026, Bali Expo Disiapkan Jadi Hub Ekspor

"Pada prinsipnya kami senang sekali yang pertama selamat atas terpilihnya kepengurusan GPEI Provinsi Bali semoga ini menjadi semangat penyemangat bagi seluruh pengurus untuk melanjutkan kegiatan ekspor," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah menargetkan nilai ekspor Indonesia pada 2026 mencapai US$315 miliar.

Hingga saat ini, realisasinya masih berada di kisaran US$280 miliar sehingga dibutuhkan sinergi seluruh pihak untuk mengejar target tersebut.

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar melalui komoditas pertanian tropis seperti manggis, salak, dan berbagai buah lainnya yang diminati pasar internasional.

 

Kementerian Perdagangan, kata dia, siap memfasilitasi pelaku usaha daerah agar terhubung dengan pasar luar negeri.

"Bali tadi banyak sekali mengenai potensinya termasuk salah satunya tropical fruits baik itu manggis, salak dan berbagai macam buah-buahan lainnya. Ini sangat diminati oleh pasar internasional, dan Kementerian Perdagangan, kami hadir untuk memfasilitasi masyarakat daerah, pelaku usaha khususnya daerah juga untuk kita hubungkan dengan potensi market yang ada di luar negeri," katanya.

Selain memperluas pasar melalui berbagai perjanjian dagang internasional, Kemendag juga tengah melakukan penetrasi ke pasar Asia Tengah dan Afrika guna membuka peluang ekspor baru bagi produk Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menilai Bali sejatinya telah berfungsi sebagai hub ekspor karena banyak produk dari berbagai daerah dikirim ke luar negeri melalui Pulau Dewata.

Baca Juga: Rancang Pembangunan Trem, Pemkab Badung Siapkan Lahan Tahun 2027

Namun, menurutnya, sistem tersebut masih perlu ditata agar lebih optimal.

"Sekarang ini secara alami itu memang Bali sudah jadi hub ekspor. Cuma belum normal. Jadi, berbagai produk dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, Papua, NTB di sini itu ekspornya lewat pintu Bali. Ini kita akan formulakan supaya makin bagus di sini," ujar Koster.

Ia mengatakan, citra Bali yang sudah dikenal dunia menjadi nilai tambah bagi produk-produk Indonesia yang diekspor melalui daerah ini.

"Karena Bali punya branding yang bagus jadi itu ikut meningkatkan produk-produk dari daerah lain untuk ekspor melalui Bali. Saya kira ini hal yang bagus," katanya.

Baca Juga: Truk Tronton Diduga Masuk Jalur Lawan, Tabrak Toyota Veloz di Jembrana

Untuk meningkatkan daya saing produk lokal, Pemprov Bali terus mendorong peningkatan standar mutu dan sertifikasi agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Satu adalah standar produk harus dijaga, kemudian juga lembaga sertifikasinya sudah berjalan dengan baik. Mutunya harus terjaga terus. Karena kita ada pesaing," tegas Koster.

Di sisi lain, Ketua DPD GPEI Bali AA Ngurah Aditya Pradnyana Sunu mengatakan kepengurusan baru yang berjumlah sekitar 50 orang akan difokuskan pada peningkatan kualitas organisasi dan pendampingan eksportir.

"Lebih baik sedikit tapi berkualitas dan bisa bekerja untuk mendorong yang belum menjadi eksportir menjadi eksportir, yang sudah menjadi eksportir untuk lebih besar lagi menjadi eksportir besar," ujarnya.

Ia mengakui tantangan dunia ekspor saat ini cukup berat, mulai dari tingginya biaya logistik hingga persaingan pasar global.

Namun kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi GPEI Bali untuk memperkuat konsolidasi dan menyelesaikan berbagai hambatan internal.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Penglipuran Tutup Sehari untuk Kunjungan Wisata

Menurut Aditya, Bali memiliki peluang besar menjadi pusat perdagangan internasional karena didukung konektivitas penerbangan yang tinggi melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Jangan jadikan Bali hanya pusat keuangan saja, jadikan juga Bali sebagai pusat perdagangan internasional. Agar event-event pameran internasional jangan hanya di pusat saja, juga diadakan di Bali. Kami akan berencana membuat Bali Trade Festival untuk membangun tidak hanya Bali berdasarkan tourism industry tapi berdasarkan trade tourism," katanya.

Ia menambahkan, ekspor pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja selama memiliki produk yang kompetitif, pasar, serta memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi yang berlaku.

"Semua bisa ekspor selama mereka punya pasar. Ekspor itu adalah jiwa wirausaha. Dia juga harus memiliki produk yang unggul, memiliki capital yang kuat, harus memiliki comply, compliance, aturan. Kalau enggak tidak akan jalan ekspor ini," tegasnya.

Baca Juga: Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah Warga di Jembrana, Kerugian Rp50 Juta

Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi mengatakan peluang ekspor komoditas hortikultura Bali masih sangat besar.

Salah satunya adalah salak Bali yang disebut memiliki permintaan tinggi dari sejumlah negara.

Ariandi menilai dukungan terhadap kapasitas kargo menjadi faktor penting agar komoditas segar asal Bali dapat dikirim ke pasar ekspor dengan kualitas tetap terjaga.

Ia juga berharap kepengurusan baru GPEI Bali mampu mendorong pertumbuhan perdagangan internasional dari Pulau Dewata.

"Kami ucapkan teman-teman di GPEI Bali selamat bertugas mudah-mudahan dengan kepengurusan baru bisa mendorong pertumbuhan perdagangan yang berasal dari Bali," katanya.(ika)

Editor : Rika Riyanti
GPEI bali ekspor pengukuhan