BALIEXPRESS.ID – RSUD Bangli membentuk Unit Clinical Research untuk mendorong budaya kajian ilmiah di lingkungan rumah sakit.
Unit ini dibentuk sebagai wadah bagi mereka yang ingin melakukan penelitian, khususnya terkait peningkatan pelayanan di RSUD Bangli.
Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An mengatakan pihaknya ingin menstimulasi pegawai agar lebih aktif melakukan penelitian.
Baca Juga: Lanjutan Kasus Juwuk Legi, Polres Tabanan Periksa 30 Saksi dan Libatkan Ahli
Melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit juga menyiapkan anggaran bagi pegawai yang mengajukan penelitian hingga hasilnya dapat dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta.
"Targetnya minimal terpublikasi di Sinta. Kalau bisa menembus jurnal internasional bereputasi Scopus tentu lebih baik," ujar Oka Darsana belum lama ini.
Oka Darsana tak merinci anggaran, yang pasti besarannya akan disesuaikan dengan jenis penelitian dan diberikan setelah proposal dinilai layak.
Baca Juga: Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen, DPRD Tabanan Minta PPPK Aman
Saat ini sudah ada beberapa pegawai yang menyatakan minat melakukan penelitian dengan fokus pada berbagai aspek pelayanan di RSUD Bangli.
Oka Darsana mengakui penelitian di RSUD Bangli selama ini masih minim dan sebagian besar hanya dilakukan untuk kepentingan studi.
Baca Juga: Gojek Angkat Alves Godino sebagai Duta Berkendara Aman, Dorong Budaya Keselamatan di Ekosistem Gojek
Padahal, sebagai rumah sakit pendidikan, penelitian semestinya menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kesehatan.
Hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan maupun menciptakan inovasi pelayanan yang berbasis bukti ilmiah.
Selama ini berbagai inovasi di rumah sakit milik daerah itu lebih banyak lahir dari pengalaman dan gagasan, belum berangkat dari hasil kajian ilmiah.
"Kalau inovasi itu sudah berdasarkan hasil penelitian, kan lebih bagus ya," jelasnya.
Harapannya, hasil penelitian nanti tidak terbatas bermanfaat bagi rumah sakit setempat, tetapi digunakan dalam dunia kesehatan secara umum.
Oka Darsana meyakini hal itu bisa terwujud jika melihat sumber daya manusia di rumah sakit yang dipimpinnya.
"Saya yakin banyak yang mampu, tetapi karena belum terbiasa," terangnya. (*)
Editor : I Made Mertawan