Bupati Bangli Cek Rumah Jabatan Sikut Satak Senilai Rp30 Miliar, Minta Proyek Diawasi Ketat sejak Awal

I Made Mertawan • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:27 WIB
Bupati Bangli meninjau proyek rumah jabatan, Jumat (7/8/2026) (I Made Mertawan/Bali Express)
Bupati Bangli meninjau proyek rumah jabatan, Jumat (7/8/2026) (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meninjau langsung proyek pembangunan Sikut Satak rumah jabatan bupati,  Jumat (7/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

Saat mengecek lokasi proyek, Sedana Arta pentingnya melakukan pengawasan proyek secara detail sejak awal.

Baca Juga: Semarak HUT RI, ASN Tabanan Adu Seru Tarik Tambang dan Lari Karung

Menurutnya, pengawasan yang baik akan mencegah terjadinya kesalahan pekerjaan yang berujung pada pembongkaran atau perbaikan berulang.

"Penekan supaya diawasi lebih ketat apa saja yang sudah masuk biar tidak bolah balik, lebih baik dari awal sudah diawasi," jelasnya.

Dalam pemantauan itu, bupati didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli dijabat oleh Dewa Agung Putra Suryadarma, dan pejabat terkait lainnya.

Baca Juga: Dana Hibah di Bangli Tersendat, 90 Persen Belum Ada Kejelasan hingga Agustus

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli, I Komang Ariana, mengatakan progres pembangunan saat ini telah sesuai target.

Capaian telah sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek. "Positif 6 persen," jelas Ariana.

Baca Juga: Sanur Fashion Week Jadi Panggung Brand Lokal Bali Bidik Pasar Global

Ia juga mengingatkan pelaksana proyek agar memperhatikan waktu pelaksanaan. Cuaca yang bisa menghambat pengerjaan juga harus diantisipasi," tegasnya.

Seperti diketahui proyek ini senilai Rp30.293.211.740. Masa pelaksanaan selama 210 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mardika Griya Prasta dengan pengawasan CV Jaya Desain.

Rumah jabatan tersebut dibangun di atas lahan seluas 50 are. Bangunan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal resmi bupati, tetapi juga mengusung konsep arsitektur tradisional Bali Sikut Satak sebagai bentuk pelestarian budaya.

Dengan konsep tersebut, rumah jabatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon pemerintahan, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Bangli. (*)

Editor : I Made Mertawan
bangli rumah jabatan sikut satak sedana arta