BALIEXPRESS.ID- Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat mulai memukul sektor pendidikan di Kabupaten Jembrana.
Anggaran beasiswa mahasiswa berprestasi dan kurang mampu pada 2026 turun lebih dari separuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemkab Jembrana tahun ini hanya mengalokasikan Rp3,43 miliar untuk program beasiswa.
Jumlah tersebut turun dibandingkan 2025 dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp7,2 miliar.
Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp3,77 miliar atau 52,4 persen. Pemangkasan anggaran itu berimbas langsung terhadap kuota mahasiswa yang dapat menerima bantuan pendidikan.
Penyesuaian tersebut disampaikan saat penyerahan beasiswa semester ganjil 2026 di Mendopo Kesari, Kota Negara, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: UVJF 2026 Dibuka, Jazz dan Karya Daur Ulang Warnai Panggung Ubud
Bantuan tetap disalurkan, tetapi jumlah mahasiswa penerima tidak lagi sebanyak tahun sebelumnya.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengakui kondisi fiskal daerah menjadi alasan utama penyesuaian program beasiswa.
Baca Juga: Enam Petinju Bali Borong Medali di Kejurnas Perbati Manado, Masuk 5 Besar se-Indonesia
Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat membuat ruang fiskal Pemkab Jembrana semakin terbatas sehingga sejumlah alokasi anggaran harus disesuaikan.
"Situasi ini terjadi karena adanya penurunan dana transfer dari pusat yang berdampak langsung pada kemampuan anggaran daerah, termasuk kuota penerimaan untuk beasiswa prestasi," jelas Kembang Hartawan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada mahasiswa asal Jembrana atas berkurangnya kuota penerima beasiswa.
Menurutnya, penyesuaian tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi anggaran daerah saat ini.
Sebagai gambaran, pada 2025 Pemkab Jembrana mampu mengalokasikan Rp7,2 miliar untuk beasiswa.
Program tersebut menjangkau 1.814 mahasiswa pada semester ganjil dan 1.599 mahasiswa pada semester genap.
Besaran bantuan yang diterima mahasiswa kala itu juga sempat dinaikkan menjadi Rp4,5 juta per mahasiswa.
Kondisi tersebut berbeda dengan 2026. Dengan anggaran yang tersisa Rp3,43 miliar, Pemkab Jembrana tetap mempertahankan penyaluran beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. (*)
Editor : I Made Mertawan
Sumber : Radar Bali