BALIEXPRESS.ID – Pantai Medewi kembali menjadi panggung bagi para peselancar dari berbagai daerah dalam ajang Medewi Board Riders Surfing Challenge 2026. Sebanyak 192 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/8/2026).
Para peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Bali, Sumbawa, Medan, Jawa hingga Nias. Kompetisi tersebut mempertandingkan enam kategori, yakni Open Division, Master Division, Woman Division, Long Board Division, Junior U-18 dan Junior U-14.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jembrana Gede Sujana, mengapresiasi komunitas surfing, panitia dan sponsor yang telah bekerja keras menyelenggarakan event tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Medewi Board Riders Surfing Challenge memiliki nilai strategis dalam mengembangkan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada komunitas surfing, panitia dan sponsor yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini. Saya harapkan penyelenggaraan event yang berkelanjutan sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi daerah dan mendorong kreativitas komunitas serta anak muda,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Yang tidak kalah penting adalah membangun sumber daya manusia sehingga masyarakat mampu menciptakan atraksi wisata secara natural dari kebiasaan dan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Lomba Derkuku Bupati Cup 2026, Hidupkan Kembali Tradisi dan Seni Alunan Nada
“Memang tidak mudah, tetapi mari kita lakukan bersama melalui aksi kolaborasi,” tegasnya.
Kembang Hartawan menilai Medewi memiliki modal besar untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism. Garis pantainya yang mempesona serta karakter ombak yang menjadi daya tarik bagi para peselancar menjadi keunggulan tersendiri.
Ia menyebut kompetisi surfing bukan sekadar ajang adu ketangkasan menaklukkan ombak, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat promosi pariwisata, memberdayakan ekonomi lokal melalui sektor ekonomi kreatif, serta mengarahkan energi generasi muda pada kegiatan positif.
“Mengenalkan keindahan pantai dan potensi sport tourism daerah kita ke kancah nasional maupun internasional,” katanya.
Bupati Jembrana juga berharap event tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Medewi Board Riders Surfing Challenge direncanakan kembali digelar tahun depan dan telah masuk dalam agenda kegiatan rangkaian HUT Kota Negara.
“Kepada seluruh peserta, selamat datang dan selamat bertanding. Tunjukkan performa terbaik, junjung tinggi sportivitas dan utamakan keselamatan. Ombak adalah kawan sekaligus tantangan. Nikmati setiap momen di atas papan selancar,” pesannya.
Ia juga meminta juri dan panitia menjaga objektivitas pertandingan serta memastikan keselamatan peserta dan kebersihan kawasan pantai tetap menjadi prioritas.
“Mari kita tunjukkan bahwa daerah kita bukan hanya indah pemandangannya, tetapi juga hangat masyarakatnya dan menjunjung tinggi kelestarian alamnya,” pungkasnya.
Pantai Medewi dikenal di kalangan peselancar karena memiliki karakter ombak kanan yang panjang. Dengan kecepatan ombak yang relatif medium, panjang ombak di lokasi kompetisi disebut bisa mencapai lebih dari 100 meter.
Baca Juga: Barong Gajah di Desa Adat Blahkiuh, Simbol Sang Hyang Gana Pati
Namun, karakter dasar pantai yang berbatu serta kondisi angin menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Kondisi angin biasanya mulai menjadi kendala ketika memasuki siang hingga sore hari.
Sementara itu, Ketua Panitia Medewi Board Riders Challenge 2026, Herry Hervian, 33, mengatakan kompetisi tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari para peselancar. Peserta tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga sejumlah daerah di Indonesia.
Selain kategori senior, panitia juga memberikan ruang bagi peselancar usia muda melalui kategori junior. Kategori tersebut dinilai penting sebagai wadah pembinaan sekaligus pertumbuhan bibit-bibit peselancar baru.
Dalam perlombaan, penilaian peserta secara umum meliputi kelincahan, kemampuan bertahan di atas ombak, power, serta kemampuan melakukan manuver. Khusus kategori longboard, penilaian disesuaikan dengan karakter permainan longboard.
Herry menambahkan, masing-masing kategori memperebutkan empat posisi juara. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berkumpulnya komunitas surfing sekaligus promosi potensi Pantai Medewi kepada peserta dari luar daerah.
Salah seorang peserta, Dhea Natasha, 25, asal Jember, mengaku sudah menekuni surfing sejak usia sembilan tahun. Ia mengatakan Pantai Medewi memiliki karakter ombak yang menarik karena panjang dan cukup menantang.
“Sudah empat kali ikut. Ombaknya bagus dan panjang. Tantangannya kalau angin datang, biasanya siang sampai sore,” ungkapnya.
Dengan potensi ombak yang khas, dukungan komunitas dan semakin banyaknya event olahraga bahari, Pantai Medewi diharapkan semakin kuat sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan Jembrana dan Bali. (tor)
Editor : I Putu Mardika