Tokoh Adat Subaya Kintamani Ditemukan Meninggal di Jurang, Diduga Terperosok Saat Cari Kayu Bakar

I Made Mertawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:27 WIB
Polisi olah TKP warga Subaya, Jero Bahu Asung jatuh ke jurang, Sabtu (8/8/2026) (Ist)
Polisi olah TKP warga Subaya, Jero Bahu Asung jatuh ke jurang, Sabtu (8/8/2026) (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Nasib tragis dialami Jero Bahu Wayan Asung, 75, tokoh adat Desa Adat Subaya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Jero Bahu Asung ditemukan tak bernyawa di jurang kawasan hutan desa setempat pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Jero Bahu merupakan salah satu jabatan di desa adat yang menerapkan organisasi ulu apad.

Baca Juga: Medewi Board Riders Surfing Challenge 2026 Diikuti 192 Peselancar, Bupati Dorong Sport Tourism Berkelanjutan

Jero Bahu Asung diduga terperosok ke jurang sedalam puluhan meter saat mencari kayu bakar. Tubuhnya tersangkut di pohon.

Bendesa Adat Subaya Putu Sarjana mengatakan bahwa aktivitas mencari kayu bakar memang hampir setiap hari dilakukan korban.

Pada hari nahas itu, Jero Bahu Asung diketahui keluar rumah sekitar pukul 09.00 Wita. Namun, hingga sore hari ia tak kunjung pulang.

Baca Juga: PT Hatten Bali Tbk Rayakan 32 Tahun Hatten Winery dengan Fun Run dan Program CSR untuk Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kepedulian Sosial

Kejanggalan tersebut membuat keluarganya khawatir sehingga melakukan pencarian bersama warga lainnya.

Warga kemudian mendapat informasi bahwa korban terlihat menuju kawasan hutan.

Baca Juga: Lomba Derkuku Bupati Cup 2026, Hidupkan Kembali Tradisi dan Seni Alunan Nada

Pencarian akhirnya membuahkan hasil. Jero Bahu Asung ditemukan sekitar pukul 21.00 Wita di jurang.

Saat ditemukan, ia sudah meninggal dunia. "Ditemukan kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Sarjana dikonfirmasi Minggu (9/8/2026).

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam, diperparah lagi kondisi sudah gelap. Tidak semua warga bisa turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa membenarkan kejadian tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi warga, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

Berdasarkan pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh korban.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. (*)

Editor : I Made Mertawan
jero kubahu Kintamani terperosok ke jurang Desa Subaya