BALIEXPRESS.ID – Traffic light (TL) di simpang tiga Jalan Nusantara–Jalan Erlangga, Kelurahan Cempaga, Kabupaten Bangli berbulan-bulan tak berfungsi.
Informasinya, lampu pengatur lalu lintas itu mati sejak Maret lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli, Ida Bagus Widnyana, mengatakan aliran listrik TL sengaja dimatikan setelah terjadi gangguan.
Baca Juga: Hak Jawab BRI terkait Pemberitaan Gugatan Hukum PT VSN, Sudah Investigasi Menyeluruh
Langkah itu diambil untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Daripada membahayakan, jadinya dimatikan sekalian KWH-nya,” kata Widnyana, Minggu (9/8/2026).
Widnyana menegaskan bahwa TL di simpang tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali.
Dishub Bangli telah menyampaikan kondisi itu kepada pihak provinsi dengan harapan dilakukan perbaikan. Namun, hingga kini belum ada teknisi dari provinsi yang datang ke lokasi.
Padahal, lanjut Widnyana, simpang tersebut termasuk jalur yang cukup krodit pada waktu-waktu tertentu, mengingat jalur provinsi yang tidak hanya dilalui warga sekitar.
Baca Juga: KONI Gianyar Bidik 96 Emas Porprov 2027
Kepadatan kendaraan biasanya terjadi pada pagi hari dan saat jam istirahat siang. “TL itu penting, karena di jam-jam tertentu termasuk krodit. Misalnya pagi, termasuk jam istirahat siang,” jelasnya.
Selama berbulan-bulan tidak berfungsi, keberadaan TL di simpang tersebut praktis hanya menjadi pajangan, meski berada di salah satu titik yang membutuhkan pengaturan arus lalu lintas pada jam sibuk.
Widnyana menambahkan, TL tersebut sebenarnya baru dipasang pada Desember 2025. Peralatannya merupakan pindahan dari Catus Pata, Kota Bangli.
"Setelah dipasang itu sempat bagus. Kerusakan mulai terlihat saat pengerupukan (sehari sebelum Nyepi) Maret lalu," tegas Widnyana. (*)
Editor : I Made Mertawan