BALIEXPRESS.ID - Insiden terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin membuat Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap penumpang.
Informasinya masih terdapat lima orang yang belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian.
Lima orang yang hingga kini masih dalam pencarian masing-masing bernama Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.Proses pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dan peralatan.
Baca Juga: Kebakaran Sepeda Motor di Dekat SPBU TMP Negara, Sempat Terdengar Ledakan
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, operasi pencarian dan penanganan korban masih berlangsung.
Tim gabungan juga terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewat.
Selain penyisiran di permukaan air, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemapelan atau penyebarluasan informasi dan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok.
Baca Juga: DPRD Klungkung Kawal Relokasi SMPN 4 Semarapura, Siap Bawa Aspirasi ke Gubernur Bali
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengantisipasi apabila terdapat kapal yang menemukan korban di sekitar wilayah operasi.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan kepada posko apabila menemukan korban,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Baca Juga: Driver Maxim Tak Tertolong, Motor Terjun ke Jurang 12 Meter di Kintamani
Seperti diketahui, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dini hari.
Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA di perairan Selat Lombok.
Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat sekitar, serta unsur terkait lainnya. (*)
Editor : I Made Mertawan