29 Pasang Peserta Adu Cepat di Sungai Perancak, Lomba Sampan Jadi Magnet HUT Kota Negara

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:18 WIB
ADU CEPAT : Lomba sampan di sepanjang aliran sungai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kamis (13/8/2026). (ist)
ADU CEPAT : Lomba sampan di sepanjang aliran sungai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kamis (13/8/2026). (ist)

 

BALIEXPRESS.ID– Sorak sorai warga pecah di sepanjang aliran sungai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kamis (13/8/2026). Puluhan peserta lomba sampan tradisional berpacu mengarungi lintasan air dalam rangka memeriahkan HUT Kota Negara ke-131 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perlombaan yang mengambil start di kawasan sungai Desa Perancak tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), unsur Forkopimda Jembrana, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sejak perlombaan dimulai, suasana di sekitar arena langsung dipadati masyarakat. Warga yang datang bersama keluarga tampak antusias menyaksikan para peserta mengayuh sampan sekuat tenaga demi menjadi yang tercepat mencapai garis finis di kawasan Jembatan Air Kuning.

Setiap kali posisi sampan saling berdekatan, teriakan dukungan dari penonton semakin menggema. Tidak sedikit warga yang datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Anak-anak terlihat bersemangat menyaksikan sampan yang melaju kencang di atas air, sementara para orang tua tak henti memberikan dukungan kepada peserta favorit mereka.

Di tengah kemeriahan acara, Bupati Kembang Hartawan bersama Wabup Ipat juga turut menaiki sampan untuk melihat secara langsung jalannya perlombaan sekaligus menyapa masyarakat yang hadir.

Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melestarikan tradisi masyarakat pesisir Jembrana.

Bupati Kembang Hartawan mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI.

“Yang paling penting masyarakat bisa bergembira bersama. Kita ingin perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lomba sampan tradisional memiliki nilai budaya yang penting karena menjadi sarana menjaga warisan tradisi agar tetap dikenal generasi muda.

“Ini bukan hanya perlombaan. Ada tradisi dan kebersamaan yang harus kita jaga. Anak-anak muda juga perlu mengenal dan ikut melestarikan kegiatan seperti ini,” katanya.

Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan konsep yang semakin menarik sehingga mampu menjadi hiburan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Menang kalah itu biasa. Yang penting sportivitas, kebersamaan dan masyarakat menikmati kegiatan ini,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan lomba tahun ini diikuti 29 pasang peserta. Setiap tim terdiri atas dua orang pendayung.

“Untuk hadiah, juara pertama mendapatkan Rp 2,5 juta, juara kedua Rp 2 juta dan juara ketiga Rp 1,8 juta,” jelasnya.***

 

Editor : Wiwin Meliana
sampan jembrana