BALIEXPRESS. ID– Suasana malam di Kecamatan Tegallalang, Jumat (14/8), berubah menjadi lautan cahaya. Ribuan pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK memadati jalanan sambil membawa obor dalam pawai yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-68 Provinsi Bali.
Pawai obor yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung meriah. Namun lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap budaya Bali kepada generasi muda.
Sebelum pawai dimulai, seluruh peserta mengikuti ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Tegallalang. Prosesi dipimpin langsung Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani bersama unsur Forkopimcam dan para perbekel se-Kecamatan Tegallalang.
Dengan penuh khidmat, peserta memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, mereka melakukan tabur bunga mengelilingi Tugu Pahlawan sebagai simbol penghargaan atas jasa para pejuang bangsa.
Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani mengatakan kegiatan tersebut sengaja melibatkan ribuan pelajar agar generasi muda memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya.
“Generasi muda tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga harus memahami bahwa kemerdekaan ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Semangat perjuangan itu harus terus diwariskan,” ujarnya.
Usai ziarah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Tegallalang yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 RI. Momen pengukuhan berlangsung khidmat ketika para anggota Paskibraka memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.
Setelah seluruh prosesi selesai, ribuan peserta mulai bergerak menuju Lapangan Umum Tegallalang. Cahaya obor yang menyala sepanjang perjalanan menciptakan pemandangan memukau dan menjadi pusat perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan.
Gemerlap api obor semakin hidup dengan iringan tabuhan beleganjur yang dimainkan para pelajar. Harmoni antara cahaya obor dan dentuman gamelan Bali menghadirkan suasana yang penuh semangat sekaligus sarat nilai budaya.
Perpaduan nasionalisme dan kearifan lokal itulah yang menjadi ciri khas peringatan tahun ini. Para siswa tidak hanya diajak mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga dilibatkan langsung dalam upaya melestarikan seni dan tradisi Bali.
Menurut Ari Trisna Handayani, pelibatan generasi muda dalam kegiatan berbasis budaya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Kami berharap anak-anak memiliki rasa bangga sebagai warga Indonesia sekaligus bangga terhadap budaya Bali. Mereka adalah generasi penerus yang harus terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan warisan budaya,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan tahun ini juga dikaitkan dengan semangat HUT ke-68 Provinsi Bali. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan mengedepankan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Pawai obor dari Taman Makam Pahlawan menuju Lapangan Umum Tegallalang menjadi simbol estafet perjuangan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus. Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, kini tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya.
Melalui ziarah pahlawan, pengukuhan Paskibraka, pawai obor, dan penampilan beleganjur, Tegallalang berhasil menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga edukatif. Semangat perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai budaya Bali pun diharapkan terus menyala di hati generasi muda, layaknya obor yang menerangi malam di Tegallalang.*
Editor : Putu Agus AdegrantikaSumber : adegrantika