PDAM Tabanan Siap Gelontor Air Bersih Gratis ke Titik Rawan, Catat Syaratnya!

I Made Mertawan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:28 WIB
Mobil tangki Perumda Tirta Amerta Bhuana (TAB) Tabanan siap mendistribusikan air ke masyarat terdampak musim kemarau. (Ist)
Mobil tangki Perumda Tirta Amerta Bhuana (TAB) Tabanan siap mendistribusikan air ke masyarat terdampak musim kemarau. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Perumda Tirta Amerta Bhuana (TAB) Tabanan menyiagakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Mobil ini siap memasok air bersih ke masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Kasubag Humas dan Langganan Perumda TAB I Putu Wahyu Untung Suardana menjelaskan, armada ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pelayanan kepada pelanggan meskipun kondisi distribusi air bersih ke masyarakat di Tabanan sampai saat ini masih normal.

“Persiapan armada ini kami lakukan dan sesuaikan dengan keperluan serta kondisi pelayanan kepada masyarakat jika nanti terjadi kondisi darurat,” ungkapnya Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Ubud FolkFest 2026 Hadirkan Ruang Kreatif, Genjek Pondok Pekak Buka Festival

Wahyu menegaskan, armada tangki tersebut disiagakan khusus untuk merespons wilayah yang mengalami gangguan distribusi dengan waktu perbaikan atau upaya normalisasi air bersih yang berlangsung cukup lama.

Hal ini merupakan bagian dari standar pelayanan perusahaan untuk menjamin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Berdasarkan data, sampai saat ini 90 persen pelayanan distribusi air di Kabupaten Tabanan masih berada dalam kondisi stabil.

Baca Juga: Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global, Raih Dua Penghargaan Asian Banking & Finance Awards 2026

Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih melalui mobil tangki, Perumda TAB mewajibkan adanya permohonan melalui surat resmi. Wahyu memastikan bahwa layanan ini diberikan secara gratis.

“Layanan air tangki ini, kami berikan secara cuma-cuma asalkan diperuntukkan bagi kepentingan sosial, jadi masyarakat tidak perlu bayar. Sepanjang itu untuk kebutuhan sosial,” tegasnya.

Mengenai pemetaan titik rawan, pihak manajemen telah mengantongi data wilayah yang memiliki potensi gangguan debit air, baik pada musim kemarau maupun hari biasa.

“Kami sudah petakan titik kritis meskipun tidak di musim kemarau,” jelasnya.

Salah satu titik perhatian berada pada mata air Mekori di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Wahyu merinci bahwa sumber air tersebut setidaknya melayani dua desa yakni Desa Belimbing dan Antosari. “Sementara sumber air lainnya relatif stabil,” ungkapnya.

Selain mata air, kondisi Bendungan Telaga Tunjung juga terus dipantau karena menjadi sumber bahan baku air bagi lima desa di wilayah Unit Kerambitan.

Meski debit air di bendungan tersebut mulai menyusut, hal tersebut diklaim belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan di kawasan tersebut.

“Di Telaga Tunjung itu mencakup lima desa dengan jumlah pelanggan satu desa kurang lebih 2.500 KK. Saya tidak mengetahui detail jumlahnya karena dari data kami, kawasan tersebut masuk dalam wilayah Unit Kerambitan,” ungkapnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
musim kemarau kekeringan tabanan