BALIEXPRESS.ID — Solidaritas Bali untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) menguat pascagempa yang terjadi pada Sabtu (15/8).
Pemerintah Provinsi Bali mengirimkan tim medis dan BPBD ke wilayah terdampak untuk memetakan kebutuhan sekaligus menyalurkan bantuan awal.
Gubernur Bali Wayan Koster juga dijadwalkan bertolak ke NTT setelah menuntaskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan respons tersebut dilakukan setelah Gubernur Bali berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan Gubernur NTB.
Baca Juga: HUT ke-81 RI, Koster Soroti Kemiskinan, Giri Prasta Dorong Pembenahan Layanan Dasar Bali
Koordinasi antarpemerintah daerah itu juga dilandasi kedekatan historis kawasan Bali-Nusra.
"Begitu ada kejadian bencana, Pak Gub sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan juga Gubernur NTB, karena kita ini ada ikatan sejarah ya, Bali Nusra. Maka Provinsi Bali, Pak Gub sudah menugaskan tim kesehatan sebagai tim yang akan melakukan asesmen," ujarnya usai Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala Denpasar, Senin (17/8).
Sebanyak lima personel kesehatan telah lebih dahulu dikirim untuk melakukan asesmen kebutuhan medis di lapangan.
Pada saat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Bali juga diberangkatkan untuk membawa bantuan awal.
"Tugasnya adalah melakukan asesmen, artinya melihat kondisi di sana, tindakan apa, bantuan apa yang diperlukan, sumber daya kesehatan yang tersedia di sana seperti Kepala BPBD Provinsi Bali, sudah ditugaskan juga oleh Pak Gub berangkat. Hari ini beliau sudah berangkat untuk menyerahkan bantuan sementara," jelasnya.
Pemprov Bali belum menentukan bentuk maupun jumlah bantuan lanjutan yang akan diberikan.
Dewa Made Indra mengatakan pemerintah masih menunggu hasil asesmen agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Kan belum. Kan masih menunggu asesmennya dulu. Nanti barang-barang makanan harus tahu dulu kondisinya, apa yang dibutuhkan. Nanti supaya jangan sampai apa yang kita bawa tidak sesuai dengan kebutuhan," ucapnya.
Gubernur Bali dijadwalkan menyusul ke NTT setelah seluruh agenda peringatan HUT ke-81 RI di Bali selesai.
"Rencananya kalau tidak ada halangan, Pak Gubernur akan segera berangkat setelah kita 17-an ini. Kan kita enggak bisa berangkat, harus selesaikan dulu 17 Agustus nanti sore ya," katanya.
Di sisi lain, Pemprov Bali membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut membantu korban gempa melalui rekening khusus yang disiapkan BPBD Bali.
Rekening tersebut dibuat untuk memfasilitasi kepedulian masyarakat, bukan untuk menghimpun bantuan atas nama pemerintah.
"BPBD memfasilitasi masyarakat yang ingin memberikan donasi kemanusiaan. BPBD membukakan rekening, rekening peduli bencana. Tapi rekening ini bukan berarti BPBD atau Pemprov Bali minta bantuan, bukan. Nanti tentu setelah selesai akan diumumkan berapa jumlah donasi yang masuk, lalu diserahkan kepada NTT dengan angka yang persis sama, tidak ada beda satu pun," katanya.
Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan pihaknya telah memonitor gempa NTT sejak kejadian dan segera melaporkannya kepada Gubernur Bali.
Arahan untuk memberikan bantuan kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah lainnya.
"Bahwa bencana gempa yg terjadi 15 Agustus di NTT juga termonitor di BPBD Bali dan melaporkan kepada Pak Gubernur beberapa saat pasca gempa. Gubernur kemudian memberi arahan untuk turut serta membantu, apalagi NTT tetangga dekat. Bapak Gubernur kemudian berkoordinasi dengan Gubernur NTB, dan sepakat secara bersama sama Bali NTB akan segera membantu," terangnya.
Bantuan Bali dikirim secara bertahap. Sehari setelah gempa, tim medis beserta perlengkapannya diberangkatkan.
Pada H+2, tim berikutnya yang dipimpin Kalaksa BPBD Bali menyusul dengan membawa logistik dan perlengkapan pengungsi.
Baca Juga: HRCON 2026: Lead. Innovate. Humanize. — Human Capital for the Next Era of Hospitality
Kemudian pada H+3, tim medis dari EMT Bali direncanakan berangkat untuk mendukung pelayanan di rumah sakit lapangan.
Teja mengatakan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha di Bali yang ingin membantu juga dapat menyalurkan donasi melalui rekening yang telah disediakan.
"Selain itu, terdapat aspirasi masyarakat yang ingin membantu untuk difasilitasi. Oleh karena itu BPBD Provinsi Bali telah membuka Rekening Bali Peduli Bencana sampai tgl 28 Agustus 2026. Bila ada masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha yang ada di Bali ingin membantu, dapat ditransfer sesuai target waktu yang ditentukan," katanya.
Menurut Teja, donasi berupa uang lebih efisien karena kebutuhan logistik dapat dibeli langsung di wilayah NTT sehingga biaya pengiriman dari Bali dapat ditekan.
Baca Juga: Gerak Jalan SD Se-Kecamatan Bangli Diikuti 35 Regu, Ini Juara Ketepatan Waktu dan Yel-Yel Favorit
"Bantuan uang akan lebih efektif, karena kalo bawa logistik atau perlengkapan dari Bali lumayan biayanya. Hasil koordinasi Di NTT masih bisa belanja untuk masyarakat terdampak. Termasuk BPBD Bali juga akan belanja logistik di daerah Ende. Nanti semua donasi yang terkumpul akan dikirimkan ke Posko Penanganan Darurat Provinsi NTT," tutupnya.
Rekening donasi tersebut menggunakan nama Rekening Bali Peduli Bencana pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan nomor rekening 010.01.0501679-1.
Masyarakat dapat menyalurkan bantuan mulai 16 Agustus hingga 28 Agustus 2026.(***)
Editor : Rika Riyanti