BALIEXPRESS.ID- Melalui kegiatan KKN-PPM Universitas Udayana Periode XXXIII Tahun 2026 di Desa Kusamba Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, Para mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Kusamba ini melakukan fokus pemberdayaan masyarakat pesisir dan local.
Koordinator Desa, I Made Nanda Khrisna Dwipayana, menjelaskan dalam kegiatan KKN yang berlangsung selama satu bulan ini, adapun fokus utama pemberdayaan yang dilakukan adalah optimalisasi Potensi Pesisir dan Penguatan Sumber Daya Manusia Terpadu Menuju Desa Kusamba yang Mandiri, Sehat, dan Berkelanjutan.
“Kegiatan KKN PPM memiliki program kegiatan yang dikelompokkan ke dalam empat bidang, yakni bidang prasarana fisik yang berfokus pada pengembangan, perbaikan dan penataan sarana dan prasarana fisik lingkungan desa untuk mendukung mobilitas masyarakat desa,” jelasnya.
Selanjutnya adalah upaya peningkatan produktivitas ekonomi dengan pengembangan potensi UMKM local, seperti sentra pemindangan dan pembuatan garam tradisional. Selanjutnya adalah bidang sosial budaya, yang berfokus pada pemberdayaan aspek literasi Pendidikan formal dan non-formal kepada anak-anak/pelajar.
Baca Juga: Penyuluh Agama Hadir di RS, Berikan Penguatan Mental bagi Pasien dan Keluarga
Dan yang terakhir adalah bidang kesehatan masyarakat, yang berfokus pada kegiatan sosialisasi terkait pencegahan penyakit menular dan sosialisasi perilaku hidup bersih serta kegiatan Posyandu dan sosialisasi kesehatan remaja.
Sementara itu, Naura Dwitya Amanda, salah satu anggota bidang sosial budaya, menyebutkan dari seluruh kegiatan tersebut, para peserta KKN-PPM Universitas Udayana Periode XXXIII Tahun 2026 juga membuat satu video dokumenter produksi garam tradisional Kusamba.
Video dokumenter ini memuat gambaran kawasan produksi, aktivitas petani, tahapan pembuatan garam, hasil produksi, serta informasi dari petani garam melalui wawancara. Video tersebut menjadi dokumentasi kegiatan produksi garam tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Kusamba.
“Melalui video ini kami ingin megedukasi kepada masyarakat terkait pentingnya regenerasi dari petani garam di Desa Kusamba, mengingat garam Kusamba menjadi salah satu komoditi unggulan yang mampu menembus pasar internasional,” tambahnya. (gek)
Editor : I Putu Mardika