BALIEXPRESS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mengambil upaya antisipasi kekeringan saat musim kemarau ini.
Salah satu upaya antisipasi yang dilakukan menurut Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, adalah melakukan pemetaan kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau di tahun 2026.
“Meski kami belum menerima laporan adanya terkait bencana kekeringan, namun di beberapa daerah di Bali sudah ada laporannya. Untuk itu kami di Kabupaten Tabanan melakukan upaya antisipasi,” jelasnya Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: BRI Perkenalkan Tampilan Baru Qlola, Perkuat Solusi Digital Terintegrasi bagi Ekosistem Bisnis
Proses pendataan yang dilakukan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali. Dari pendataan, dikatakannya akan diketahui desa yang berpotensi mengalami kekeringan sehingga bisa mendapatkan atensi dan mendapat bantuan dari pusat.
Berdasarkan hasil mitigasi sementara, sejumlah wilayah di Tabanan mulai ditetapkan sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian, yakni bagian Selatan Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) dan Selatan Kecamatan Kediri.
"Dari mitigasi, yang masuk zona rawan itu Seltim bagian selatan dan Kediri bagian selatan, namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian di Tabanan,” lanjutnya.
Baca Juga: Fenomena Brain Drain Buleleng, Budayawan Sugi Lanus Dorong Anak Muda Berkarya di Tanah Kelahiran
Selain melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan, BPBD Tabanan juga menyiapkan lima mesin pompa yang berfungsi untuk mengambil air dari sumber air terdekat untuk didistribusikan ke kawasan yang terdampak kekeringan.
Untuk saat ini dikatakannya, BPBD Tabanan memiliki lima mesin pompa, dimana selama ini, mesin pompa tersebut lebih banyak digunakan untuk penanganan banjir, tetapi pernah juga dipinjamkan untuk membantu mengambil air saat terjadi kekeringan.
Baca Juga: Griya Sabha Ketewel, Tonjolkan Ekoteologi, Gunakan Dekorasi Alami hingga Piring Daun
Selain peralatan yang sudah tersedia, BPBD Tabanan mengusulkan pengadaan tambahan mesin pompa berdiameter 4 Dim melalui anggaran perubahan.
Pengadaan tersebut diusulkan senilai sekitar Rp27 juta untuk memperkuat penanganan kondisi darurat akibat kekurangan air maupun genangan.
“Penambahan mesin pompa berdiameter 4 Dim ini kami lakukan sebagai upaya antisipasi bencana banjir yang berpotensi terjadi pada periode musim hujan yang akan terjadi setelah periode kemarau lewat,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan