BALIEXPRESS.ID- Sejak beberapa waktu lalu, beredar kabar di media sosial bahwa salah satu sumber air di Kabupaten Tabanan, yakni mata air Telaga Tunjung di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, mengalami penyurutan akibat kekeringan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sumber mata air itu merupakan salah satu sumber air di wilayah Tabanan.
Terkait kabar tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menyatakan bahwa penurunan debit air yang terjadi di sumber mata air Telaga Tunjung tidak disebabkan oleh kekeringan.
Baca Juga: Atlet IODI Tabanan Bawa Pulang 4 Medali dari Kejurnas 2026
Penurunan debit air tersebut disebabkan oleh adanya kegiatan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang melakukan pembersihan lumpur di Bendungan Telaga Tunjung, sehingga aliran air menuju bendungan ditutup sementara.
“Setelah kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi, penurunan debit air di Bendungan Telaga Tunjung terjadi karena sedang dilaksanakan pembersihan lumpur oleh BWS. Aliran air menuju bendungan sementara ditutup selama proses pekerjaan berlangsung,” jelasnya Jumat (21/8/2026).
BPBD Tabanan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan, khususnya terkait dampak kegiatan pembersihan ,lumpur terhadap ketersediaan air dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Singgung Kulkul Bulus, Parta Minta Kasus Juwuk Legi Ditangani Secara Proporsional
Lebih lanjut disebutkan Srinadha Giri, penurunan debit air yang terlihat saat ini merupakan dampak sementara dari proses pembersihan lumpur dan pemeliharaan bendungan, dengan aliran menuju bendungan ditutup selama pekerjaan berlangsung.
Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar dan tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Baca Juga: Pikat Pembeli Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Sumut Perluas Dampak Bersama Pemberdayaan BRI
Validasi lapangan menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi Bendungan Telaga Tunjung.
“Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai Telaga Tunjung yang disebut mengalami kekeringan dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan lagi,” ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan