Diduga Dipicu Dupa Jatuh ke Kasur, Rumah Tiga Lantai di Buleleng Terbakar

I Made Mertawan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:48 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar rumah warga Desa Banjar, Buleleng, Sabtu (22/8/2026). (BPBD Buleleng)
Petugas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar rumah warga Desa Banjar, Buleleng, Sabtu (22/8/2026). (BPBD Buleleng)

BALIEXPRESS.ID- Rumah tiga lantai milik Ida Ayu Kade Sutareni, 60, di Banjar Dinas Pegentengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terbakar Sabtu (22/8/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 Wita saat rumah dalam kondisi kosong. Pemilik dan anaknya telah berangkat bekerja.

Dugaan sementara, api berasal dari dupa bekas persembahyangan yang jatuh dan mengenai kasur di kamar suci.

Baca Juga: 108 Tim Anak Muda Kejar Mimpi Jadi Juara, BRI Youth Champions League 2026 Hadirkan Pengembangan Tale

Api kemudian membesar hingga menghanguskan bangunan lantai tiga berukuran 6 x 7 meter beserta sejumlah barang berharga di dalamnya.

Kebakaran pertama kali diketahui Gusti Putu Ngurah Eka Rupawan, 42, dan Ida Bagus Komang Dirga Pramana, 31.

Keduanya saat itu melintas di sekitar rumah korban. Mereka melihat asap tebal keluar dari sela-sela bangunan.

Baca Juga: Sentuhan Rumah BUMN BRI Antar Keripik Pisang Lokal Tembus Malaysia dan Hong Kong

Saksi kemudian meminta warga menghubungi petugas pemadam kebakaran. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya mencari sumber api.

Setelah pintu rumah didobrak, warga mendapati kobaran api telah membesar dan membakar kasur di kamar suci.

Baca Juga: BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sambil menunggu armada Damkar Buleleng tiba, warga berusaha memadamkan api menggunakan air dari jaringan PDAM.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan berdasarkan keterangan yang dihimpun, pemilik rumah sebelumnya melakukan persembahyangan di kamar suci sekitar pukul 06.30 Wita.

"Setelah itu sekitar pukul 07.00 Wita, korban berangkat berjualan ke Bedugul tanpa mengecek kembali kondisi kamar suci," ungkap Yohana.

Sekitar pukul 07.25 Wita, anak korban, Ida Komang Putra Adnyana, 26, juga sempat melakukan persembahyangan sebelum berangkat bekerja ke Singaraja.

"Saat berada di tengah jalan, saksi dihubungi kerabatnya bahwa rumah mereka terbakar. Begitu saksi dan korban kembali ke rumah, api sudah membesar dan warga sedang berupaya memadamkan kobaran api," terang Yohana.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan bangunan lantai tiga dan sejumlah barang di dalamnya hangus terbakar.

Barang yang terbakar di antaranya dua televisi, kulkas, dispenser, tiga kasur, dua lemari kayu berisi pakaian, sofa, serta berbagai peralatan elektronik lainnya.

Uang tunai milik organisasi sebesar Rp15 juta juga ikut terbakar. Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, polisi menduga kebakaran dipicu dupa yang digunakan saat persembahyangan.

Dupa diduga jatuh atau menimbulkan percikan hingga mengenai kasur di kamar suci.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak melanjutkan proses hukum. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Sumber : Radar Buleleng
dupa jatuh kebakaran rumah buleleng