Cepaka Putih Resmi Jadi Maskot Jembrana, Bupati Kembang Dorong Gerakan Tanam di Seluruh Wilayah

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:52 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini, menyematkan bunga Cepaka Putih pada destar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. (ist)
Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini, menyematkan bunga Cepaka Putih pada destar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. (ist)

 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mencanangkan bunga Cepaka Putih sebagai maskot daerah dalam berbusana adat Bali. Pencanangan tersebut digelar bertepatan dengan pembukaan Pameran Semarak Jembrana di Area Kantor Bupati Jembrana, Jumat (14/8).

Prosesi pencanangan berlangsung simbolis dan sarat makna kebudayaan. Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini, menyematkan bunga Cepaka Putih pada destar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Sebaliknya, Bupati Kembang juga menyematkan bunga yang dikenal memiliki aroma harum tersebut di rambut sang istri. Prosesi kemudian diikuti secara serentak oleh seluruh tamu undangan yang hadir.

Di antaranya Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran Forkopimda Jembrana, anggota DPRD, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Bupati Kembang Hartawan mengatakan, pencanangan Cepaka Putih menjadi bagian dari upaya Pemkab Jembrana menjaga identitas dan akar budaya lokal di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Menurut dia, penetapan Cepaka Putih sebagai maskot daerah dalam berbusana adat Bali tidak sebatas simbol seremonial. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenali, menghargai, sekaligus menjaga kekayaan hayati yang dimiliki Jembrana.

“Di tengah semangat membangun dan mengembangkan potensi daerah, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak membuat kita kehilangan identitas. Salah satunya adalah Cepaka Putih. Pada kesempatan ini, kita sekaligus mencanangkan penggunaannya dalam berbusana adat Bali agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bupati Kembang.

Dia menambahkan, Cepaka Putih memiliki nilai keindahan yang tinggi. Bunga tersebut juga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tradisi, budaya, serta kehidupan sosial masyarakat Bali pada umumnya dan Jembrana secara khusus.

Karena itu, Bupati Kembang tidak ingin Cepaka Putih hanya menjadi ikon yang tercantum dalam dokumen pemerintahan. Keberadaannya harus diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan Cepaka Putih. Pemkab Jembrana mendorong gerakan penanaman Cepaka Putih secara masif di berbagai ruang strategis.

Mulai dari lingkungan perkantoran dan fasilitas umum, sekolah dan lembaga pendidikan, ruang terbuka hijau (RTH), wilayah desa dan kelurahan, hingga pekarangan rumah masyarakat.

“Tugas kita tidak berhenti pada pencanangan saja. Kita harus memastikan Cepaka Putih benar-benar tumbuh dan hadir di tengah masyarakat. Semakin banyak ditanam dan dirawat, semakin kuat pula keberadaannya sebagai identitas dan ‘wajah’ dari Kabupaten Jembrana,” pungkasnya.

Pencanangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk menjaga keberadaan flora lokal. Terlebih, pelibatan generasi muda dinilai penting agar nilai budaya dan kekayaan hayati Jembrana tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (tor)

 

Editor : Wiwin Meliana
maskot jembrana