Bukan Sekadar Busana Adat, Duta Tenun Jembrana 2026 Bidik Gaya Hidup Gen Z

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:56 WIB
DUTA TENUN : Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi dinobatkan sebagai Duta Tenun Jembrana 2026. (ist)
DUTA TENUN : Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi dinobatkan sebagai Duta Tenun Jembrana 2026. (ist)

 

BALIEXPRESS.ID– Upaya mengenalkan dan mempopulerkan tenun khas Jembrana kepada generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemkab Jembrana menggelar Pemilihan Duta Tenun Jembrana 2026 di Panggung Pameran Semarak Jembrana, Area Parkir Pemkab Jembrana, Jumat (21/8).

Ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk turut mengambil peran dalam melestarikan sekaligus mempromosikan tenun khas Jembrana. Harapannya, kain tenun lokal tidak hanya dikenal sebagai bagian dari busana adat, tetapi juga semakin diminati dan digunakan kalangan anak muda.

Persaingan berlangsung ketat. Sebanyak 10 finalis menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri. Penilaian meliputi unjuk bakat, kerapian busana, catwalk, hingga performa di atas panggung.

Setelah melewati sesi tanya jawab tahap awal, empat finalis terbaik berhasil melaju ke babak puncak. Pada babak penentuan tersebut, para finalis diuji pengetahuan dan wawasan mengenai dunia tenun oleh dewan juri bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan.

Dari hasil penilaian secara menyeluruh, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, siswi SMA Negeri 1 Negara, berhasil meraih gelar Duta Tenun Jembrana 2026.

Tropi dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Penyerahan tersebut turut didampingi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan mengatakan, regenerasi pencinta dan pengguna tenun menjadi hal penting untuk memastikan keberlangsungan kerajinan tenun khas Jembrana.

Menurutnya, keberadaan Duta Tenun diharapkan mampu menjadi jembatan antara produk kerajinan lokal dengan generasi muda. Tenun Jembrana diharapkan tidak berhenti pada penggunaan dalam kegiatan adat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, termasuk Gen Z dan Generasi Alpha.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan Duta Tenun Jembrana ini akan lebih membangkitkan semangat anak-anak kita, khususnya mereka yang akan menjadi duta untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan mengangkat tenunan Jembrana,” ucap Ani.

Dia berharap Duta Tenun Jembrana 2026 dapat menjadi contoh sekaligus penggerak bagi generasi muda untuk lebih mengenal proses, motif, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya tenun Jembrana.

Sementara itu, Duta Tenun Jembrana 2026 terpilih, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, mengaku bangga sekaligus siap mengemban amanah yang diberikan kepadanya.

Sebagai langkah awal, dia menyiapkan program untuk mengajak lebih banyak anak muda mengenal dan mencintai tenun lokal. Salah satunya dengan membangun kebanggaan menggunakan kain tenun Jembrana sebagai bagian dari warisan budaya.

“Yang kami akan lakukan adalah memperkenalkan tenun kepada para generasi muda, agar semakin cinta dan bangga menggunakan kain tenun selaku warisan dari budaya Kabupaten Jembrana,” pungkas Canakya.

Pemilihan Duta Tenun Jembrana 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap produk tenun lokal. Dengan keterlibatan generasi muda sebagai duta, tenun Jembrana diharapkan semakin dikenal, tidak hanya di lingkungan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. (ist)

Editor : Wiwin Meliana
tenun jembrana