Semangat Ngayah di Tengah Efisiensi, Festival Semarak Jembrana 2026 Tetap Meriah

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menerima buket bunga saat pembukaan Parade Budaya Nusantara yang digelar di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Minggu (23/8). (ist)
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menerima buket bunga saat pembukaan Parade Budaya Nusantara yang digelar di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Minggu (23/8). (ist)

 

BALIEXPRESS.ID– Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat masyarakat Jembrana dalam memeriahkan Festival Semarak Jembrana 2026. Mengusung semangat ngayah dan gotong royong, rangkaian pesta rakyat yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Negara, Hari Jadi Provinsi Bali, serta HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut berlangsung meriah.

 

Meski dihadapkan pada efisiensi anggaran dan kondisi keuangan daerah yang cukup ketat, panggung tradisi dan semangat kebangsaan di Bumi Mekepung tetap mampu meletupkan kemeriahan tanpa kehilangan ruh budaya.

 

Puncak kemeriahan Festival Semarak Jembrana 2026 ditandai dengan Parade Budaya Nusantara yang mengusung tema Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika. Parade tersebut digelar di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Minggu (23/8).

 

Ribuan seniman lokal ambil bagian dengan menyuguhkan beragam atraksi seni dan budaya. Jalanan Kota Negara pun disulap menjadi panggung budaya yang menggambarkan miniatur Indonesia. Keberagaman suku, etnis, dan budaya ditampilkan dalam balutan seni yang hidup harmonis di Kabupaten Jembrana.

 

Festival yang berlangsung selama 10 hari tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan yang tersebar di tiga zona utama kawasan Kantor Bupati Jembrana.

 

Di Area Parkir Pemkab Jembrana, masyarakat disuguhkan geliat ekonomi lokal melalui pameran kerajinan, stan UMKM, ekonomi kreatif, hingga bursa kerja atau job fair.

 

Sementara itu, Pura Jagatnatha menjadi ruang pelestarian seni tradisi. Sejumlah kesenian khas Bali ditampilkan, mulai dari Gong Kebyar, Baleganjur, hingga Drama Gong.

 

Sedangkan Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno menjadi ruang ekspresi lintas generasi. Berbagai pertunjukan kontemporer, konser musik, kesenian ikonik Jegog, Joged Bumbung, hingga Wayang Kulit turut memeriahkan festival.

 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan pemerintah daerah tetap mempertahankan pelaksanaan Festival Semarak Jembrana meski berada dalam kondisi efisiensi anggaran.

 

Menurutnya, masyarakat dari berbagai pelosok desa rela datang ke Kota Negara untuk menikmati beragam sajian seni dan hiburan yang dipentaskan selama festival.

 

“Kita ingin menghadirkan hiburan yang memang dibutuhkan masyarakat. Di tengah situasi sulit saat ini, kunci utamanya adalah gotong royong. Panitia semua ngayah, seniman juga ngayah, ditambah dukungan swasta, BUMN, BUMD, hingga komunitas,” tegas Kembang.

 

Dia menambahkan, kemeriahan Parade Budaya Nusantara diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang untuk memantik kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat fondasi kebersamaan.

 

“Harapannya tentu ini menjadi ruang kreativitas, ruang kebersamaan, sehingga semangat kita untuk membangun Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat tetap terjaga,” pungkasnya. (tor)

Editor : Wiwin Meliana
festival jembrana