BALIEXPRESS.ID- Pemkab Klungkung memastikan perbaikan KMP Nusa Jaya Abadi di galangan kapal PT Dewa Ruci Agung, Surabaya, berjalan sesuai rencana.
Pemantauan langsung dilakukan Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan docking kapal yang selama ini menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat Nusa Penida.
Baca Juga: Sampah Masih Tercampur di TPA, DLH Bangli Mulai Jajaki Teknologi Pirolisis
Pemkab Klungkung ingin memastikan pengerjaan tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan agar kapal dapat kembali melayani masyarakat dengan aman.
Satria mengatakan, KMP Nusa Jaya Abadi memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan masyarakat Nusa Penida.
Selain mengangkut penumpang, kapal tersebut selama ini menjadi salah satu jalur distribusi berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pokok hingga material.
Baca Juga: Terungkap Alasan Pria di Tabanan Curi Celana Dalam, Berdamai setelah Mediasi
“Kami datang untuk melihat langsung proses docking dan memastikan pengerjaannya berjalan tepat waktu, tetapi yang paling penting kualitasnya tetap terjaga. Kapal ini sangat vital bagi masyarakat Nusa Penida karena menjadi salah satu sarana utama untuk pengiriman logistik, seperti sembako dan berbagai kebutuhan material,” ujar Satria.
Percepatan docking dilakukan setelah kapal mengalami kebocoran pada 30 Juli 2026.
Baca Juga: Ditegur karena Geber Motor, Dua Pria Jadi Tersangka Pengeroyokan di Karangasem
Kondisi tersebut membuat operasional KMP Nusa Jaya Abadi dihentikan sementara. Sebagai alternatif, pelayanan transportasi menuju Nusa Penida untuk sementara dibantu kapal jenis Landing Craft Transport (LCT).
Kapal jenis Roro (Roll-on/Roll-off) tersebut sebelumnya direncanakan masuk galangan untuk menjalani docking pada September mendatang.
Namun, akibat kebocoran, jadwal perawatan dimajukan menjadi Agustus.
Untuk mendukung proses perbaikan rutin tersebut, Pemkab Klungkung telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,6 miliar.
Anggaran itu diarahkan untuk memastikan kondisi kapal kembali laik dan siap mendukung kebutuhan transportasi masyarakat.
Di sisi lain, Satria menyebut keberadaan kapal tersebut juga menjadi bagian dari perhatian Pemkab Klungkung dalam memperkuat konektivitas Nusa Penida.
Ke depan, pemerintah daerah bahkan menargetkan pengadaan kapal baru dengan mengandalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami juga memiliki target meningkatkan PAD sehingga pada tahun 2028 nanti, pemerintah daerah bisa membeli kapal baru. Tentunya kapal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pelabuhan yang ada saat ini,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan