Perkuat Sinergi Pariwisata, Bupati Badung dan Bupati Wakatobi Sepakat Dorong Kunjungan Wisatawan

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Bupati Adi Arnawa saat menerima kunjungan rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)
Bupati Adi Arnawa saat menerima kunjungan rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung dan Pemkab Wakatobi resmi memperkuat kolaborasi lintas daerah guna mendongkrak kunjungan wisatawan dan menyempurnakan tata kelola destinasi.

Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Wakatobi H. Haliana beserta jajaran yang diterima langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8).

Pertemuan ini fokus pada pertukaran pengalaman pengelolaan pariwisata, pengembangan destinasi, serta pemecahan tantangan industri modern.

Baca Juga: Panaskan Mesin Partai, Golkar Badung Bidik Kader Potensial Muda

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Wakatobi didampingi Asisten II dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi.

Sementara Bupati Badung didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Luh Suryaniti dan Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana.

Kehadiran para pejabat teras ini menegaskan komitmen kedua pemerintah daerah untuk membangun sinergi yang konkret, khususnya dalam adopsi praktek terbaik yang telah sukses diterapkan di Badung dan Bali secara luas.

Baca Juga: Hingga Triwulan III 2026, Masyarakat Badung Terbanyak Tercatat dalam Desil 6-10

Bupati Adi Arnawa mengungkapkan, dinamika pariwisata Bali saat ini telah bergeser secara signifikan.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi Bali saat ini bukan lagi sekadar cara mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar.

Fokus utama pemerintah kini adalah memastikan setiap wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas tinggi di semua sektor penunjang ekosistem pariwisata.

Baca Juga: Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026, Sunset in Paradise dan Ulam Carik Jadi Ikon Utama

"Sekarang tantangan kami di Bali adalah bagaimana menjaga wisatawan yang berkunjung tetap nyaman dari berbagai lini sektor penunjang ekosistem pariwisata itu sendiri," ujarnya.

Faktor kenyamanan ini dinilai sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata jangka panjang.

Pihaknya kini tengah memacu penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur agar pertumbuhan volume wisatawan tidak sampai menurunkan kualitas dan daya dukung destinasi.

Bupati Adi Arnawa menerangkan, kekuatan pariwisata Bali tidak hanya bertumpu pada keindahan lanskap alam, melainkan pada ketahanan budaya dan karakter masyarakatnya.

Nilai-nilai keramahan yang berakar pada prinsip Tri Hita Karana menjadi fondasi utama yang membentuk keunikan pengalaman wisatawan.

Namun, tantangan baru ini menuntut adanya reformasi pendekatan pengelolaan.

Pemkab Badung secara konsisten mulai mengarahkan haluan dari pariwisata massal menuju pariwisata berkualitas (quality tourism).

"Kami sedang bergerak ke arah quality tourism sekarang. Kalau sebelumnya berbasis mass tourism di mana semua orang bebas datang sebanyak-banyaknya, sekarang kita fokus pada kualitas," tegasnya.

Strategi ini bukan berarti menutup pintu bagi wisatawan, melainkan regulasi ketat yang menyelaraskan jumlah kunjungan dengan daya tampung lingkungan dan kenyamanan masyarakat lokal.

Ke depan, persyaratan tertentu termasuk jaminan bagi wisatawan akan mulai diberlakukan secara selektif.

Pengalaman empiris Badung ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi daerah lain, termasuk Wakatobi.

Bupati Adi Arnawa mengingatkan, setiap wilayah memiliki karakteristik unik, sehingga strategi pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan keunggulan lokal masing-masing.

Selain promosi masif, pembangunan konektivitas antar wilayah dan diversifikasi produk wisata, mulai dari alam, budaya, hingga sport tourism menjadi kunci pertumbuhan yang merata.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, H. Haliana menegaskan pentingnya belajar langsung dari tata kelola pariwisata Badung.

Informasi dan kiat sukses dari Badung akan dijadikan acuan utama bagi Wakatobi untuk mengambil kebijakan strategis secara cepat dan tepat, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di lapangan.

"Belajar betul, duduk bersama dengan Bupati Badung mengenai best practices-nya. Ini menjadi bahan bagi kami untuk merumuskan langkah cepat, baik regulasi maupun kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami," kata Haliana.

Wakatobi pun memiliki potensi sumber daya alam bahari yang luar biasa.

Haliana optimistis, melalui penguatan promosi dan pembenahan tata kelola yang diadopsi dari Badung, kunjungan wisatawan ke Wakatobi akan meningkat pesat.

Kendati demikian, ia mengakui Wakatobi masih menghadapi tantangan berat seperti pengelolaan sampah.

Penanganan masalah kebersihan lingkungan ini kini menjadi prioritas utama demi menjamin kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
pariwisata Pemkab Badung Adi Arnawa