BALIEXPRESS.ID-Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengingatkan panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Mpu Kuturan (IMK) agar tidak menghidupkan kembali pola perpeloncoan seperti yang pernah terjadi dalam kegiatan orientasi mahasiswa.
Hal itu disampaikam Supriatna saat membuka PKKMB IMK di Open Stage Kampus Menjangan, Banyuning, Rabu (26/8) pagi. Dalam sambutannnya, Ia meminta seluruh rangkaian PKKMB berlangsung dalam suasana gembira dan edukatif serta terbebas dari tindakan yang mengarah pada perundungan (bullying).
“Jangan sampai pengenalan kampus dilakukan dengan model-model seperti dahulu. Hindari hal-hal yang kurang positif, apalagi sampai mengarah pada bullying. Mari kita bangun kebersamaan dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembentukan kedisiplinan tetap penting dalam kehidupan mahasiswa. Namun, kedisiplinan tidak harus dibangun melalui pendekatan keras atau tindakan yang merendahkan mahasiswa baru.
“Mendidik disiplin boleh, tetapi caranya harus membangun kedisiplinan. Tidak perlu seperti zaman dahulu dalam ospek. Jadikan PKKMB sebagai pengalaman yang menarik sehingga hubungan seluruh sivitas akademika semakin kuat,” katanya.
Supriatna juga meminta mahasiswa baru menjalani seluruh rangkaian PKKMB dengan penuh sukacita dan tidak menjadikannya sebagai beban. Sementara itu, panitia diminta menciptakan susana yang ramah agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
Karena baginya, PKKMB menjadi momentum penting mahasiswa baru untuk mulai memasuki lingkungan pendidikan yang berbeda dari jenjang sekolah menengah.
“PKKMB ini merupakan momentum bersejarah bagi mahasiswa karena mereka akan memasuki dunia perguruan tinggi yang tentu berbeda dengan pendidikan sebelumnya. Di sini mereka mulai mengenal sistem pendidikan tinggi, kegiatan kampus, serta membangun pergaulan bersama teman-temannya,” ujarnya.
Selain memberikan pesan terkait pelaksanaan PKKMB, Supriatna mengapresiasi keberadaan IMK sebagai perguruan tinggi negeri yang membawa nama besar Mpu Kuturan. Ia berharap kampus tersebut tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebudayaan Bali.
“Saya berharap kampus ini menjadi benteng budaya bagi Buleleng, khususnya dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia. Tugas institut ini juga menjaga benteng budaya kita di Bali,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor IMK, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A dalam sambutannya mengatakan PKKMB menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter, etika, disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai insan akademik. Ia mengajak mahasiswa baru menjadikan PKKNB sebagai langkah awal untuk mengenal, mencintai, dan turut membangun almamater.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Tri Kaya Parisudha, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor Gede Suwindia.
PKKMB IMK berlangsung selama tiga hari, yakni 26 hingga 28 Agustus 2026, dengan diikuti 467 mahasiswa baru. Pembukaan ditandai dengan penancapan kayonan dan penyematan tanda peserta oleh Wakil Bupati Buleleng bersama Rektor IMK, didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi. (dik)
Editor : I Putu Mardika