BALIEXPRESS.ID - Rencana pemerintah pusat membatasi penggunaan BBM bersubsidi mendapat perhatian dari DPRD Klungkung.
Dewan meminta kebijakan tersebut tidak sampai berdampak pada nelayan kecil yang masih mengandalkan BBM subsidi untuk mencari nafkah.
Anggota DPRD Klungkung asal Desa Kusamba I Wayan Mudayana mengatakan, pembatasan BBM bersubsidi perlu dikaji secara matang, terutama terkait penerapannya di lapangan.
Baca Juga: Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Jaga Kedaulatan Indonesia
Menurutnya, subsidi seharusnya benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
"BBM bersubsidi prioritaskan ke orang-orang yang sangat membutuhkan, terutama nelayan-nelayan kecil," ungkapnya, Kamis (27/8/2026).
Mudayana menyebut, kondisi masyarakat pesisir di Kusamba menjadi salah satu alasan agar nelayan kecil tidak ikut terdampak kebijakan tersebut.
Baca Juga: Pertahanan Nasional: Soko Guru Karakter Bangsa
Sebagian warga masih menggantungkan penghasilan dari melaut, sementara biaya operasional kapal sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
Ia mengingatkan aktivitas melaut juga tidak selalu menghasilkan tangkapan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Merdeka Tanpa Narkoba, Pagelaran Seni dan Pengukuhan Duta Bersinar Kecamatan Kuta Utara
Jika akses terhadap BBM bersubsidi dibatasi, beban nelayan kecil dikhawatirkan semakin berat.
"Nelayan kecil ini hidupnya sangat tergantung dengan BBM bersubsidi. Mereka melaut jauh, belum tentu dapat hasil tangkapan. Nelayan kecil seperti ini yang harusnya prioritas tetap dapat BBM Bersubsidi," tegasnya.
Selain persoalan cakupan penerima, Mudayana juga menyoroti penggunaan data desil sebagai dasar penentuan penerima subsidi.
Ia meminta proses pendataan dilakukan secara tepat agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak justru masuk kategori yang tidak berhak menerima subsidi.
Menurut dia, kesalahan pendataan bisa berakibat fatal bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari sektor informal, termasuk nelayan.
"Penerapannya nanti harus benar-benar akurat. Jangan sampai nelayan kecil, yang hidupnya pas-pasan, bertaruh nyawa melaut, justru tidak dapat BBM Bersubsidi. Kelompok masyrakat ini yang harusnya tetap dibantu dengan subsidi," tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan