BALIEXPRESS.ID-Memasuki hari ketiga kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa baru Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) diisi dengan kegiatan menanam pohon di lahan kampus yang berlokasi di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Jumat (28/8) pagi. Kegiatan ini juga melibatkan ratusan anggota TNI Angkatan Darat (AD)
Kegiatan penanaman pohon ini juga dihadiri oleh Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, SH dan Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. Selain itu, ratusan mahasiswa baru, dosen serta pegawai Institut Mpu Kuturan turut hadir dalam kegiatan penghijauan itu.
Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk implementasi dari kegiatan Ekoteologi yang menjadi program prioritas Kementrian Agama RI.
Prof. Suwindia menyebut pihaknya sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan lahan seluas 7 hektar ini.
“Kami sudah beberapa kali melaksanakan penanaman pohon di kawasan ini. Tentu sebagai bentuk tanggungjawab dalam menjaga lingkungan dalam mendukung program ekoteologi kementrian agama,” sebutnya.
Prof Suwindia menambahkan, jenis pohon yang ditanam beragam. Mulai dari Mangga, Kelapa, Juwet, Pohon Asem hingga durian.
Baca Juga: Belajar di Era AI Generatif: Apakah Kembali ke Asesmen Lisan Bisa Menjadi Jawabannya?
“Kami juga menebar biji Aren di bagian yang dekat dengan air, sehingga mudah untuk tumbuh,” imbuhnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung mengapresiasi atas Langkah sivitas akademika Institut Mpu Kuturan dalam melakukan penghijauan. Menurutnya, kolaborasi TNI AD dan pihak kampus diharapkan memberikan dampak yang nyata dalam menjaga lingkungan.
“Hari ini kita menanam pohon, bahwa dengan penanaman pohon bagian dari meneruskan perjuangan bangsa, karena pada prinsipnya, di agama hindu sudah megajarkan Tri Hita Karana hubungan dengan Tuhan, manusia sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam. Nah hubungan manusia dengan alam ini harus dijaga. Karena kalau kita sayang alam, maka alam akan menjaga kita,” jelasnya.
Brigjen TNI Ida I Dewa Agung juga meminta agar Kegiatan ini harus dilaksanakan secara massif dan bersama-sama. Menurutnya, Mahasiswa harus turun ke lapangan dalam upaya memelihara lingkungan secara konkrit.
“Kalau diberikan arahan tanpa terjun di lapangan, maka itu hanya sebatas teori. Nanti, setelah ditanam, maka jangka waktu satu bulan kedepan, wajib dilaksanakan pengecekan terhadap pohon-pohon, bagaimana kondisi pohonnyua yang ditanam. Kalau ada yang mati lagi, silahkan diganti lagi. Sehingga selama empat tahun menempuh pendidikan Institut Mpu Kuturan,” singkatnya.
Editor : I Putu Mardika