Inverter PLTS Bangli Banyak Rusak, Carles: Kenapa Justru yang Menghasilkan Tidak Diperhatikan?

I Made Mertawan • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles.  (DOK BALI EXPRESS)
Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID – Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles menyayangkan kerusakan inverter PLTS Bangli yang belum kunjung diperbaiki.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli, serius mengelola dan memelihara aset tersebut.

Carles menegaskan PLTS yang berlokasi di Desa Kayubihi merupakan aset daerah yang menghasilkan pendapatan.

Baca Juga: Lansia 79 Tahun di Nusa Penida Hilang, Tim Gabungan Sisir Permukiman hingga Perbukitan

Pembangkit tersebut semestinya mendapat perhatian agar dapat beroperasi secara optimal. "Itu kan menghasilkan. Kenapa justru yang menghasilkan tidak diperhatikan?" kata Carles, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, apabila inverter yang rusak memang sudah tidak dapat diperbaiki, Perseroda BMB maupun OPD terkait dapat mengkaji opsi penggantian dengan perangkat baru.

Kajian perlu memperhitungkan biaya investasi dan potensi pendapatan. "Harus dihitung kalau ganti baru biaya berapa, masih untung tidak jika dibandingkan estimasi pendapatan. Harus dihitung cermat," pesannya.

Baca Juga: Pura-pura Coba Emas, Wanita di Jembrana Gasak Kalung Senilai Rp10,4 Juta

Carles mengingatkan, penggantian inverter jangan sampai justru membebani keuangan karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Apabila kewajiban perbaikan berada pada Perseroda BMB sebagai pengelola, pemerintah daerah, kata dia, dapat memberikan penyertaan modal.

Baca Juga: Niat Cuci Kaki Berujung Duka, Pasutri Asal Kintamani Meninggal Terseret Ombak di Goa Lawah

"Aset yang menghasilkan harus dikelola dengan baik, diperhatikan," tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

Carles juga mendorong pemerintah daerah mencari sumber anggaran lain untuk memperbaiki PLTS tersebut, misalnya mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat.

Menurutnya, peluang itu terbuka karena pemerintah pusat kembali membangun PLTS di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Jembrana pada tahun ini.

PLTS Bangli dibangun oleh pemerintah pusat dan diresmikan pada 2013. Setelah itu, pembangkit tersebut diserahkan kepada Pemkab Bangli. Kini dikelola Perseroda BMB yang merupakan salah satu perusahaan milik daerah.

Sebelumnya diberitakan, musim kemarau semestinya menjadi momentum bagi PLTS Bangli untuk meningkatkan produksi listrik.

Kerusakan sebagian besar inverter membuat kinerja pembangkit belum optimal. Meski demikian, produksi listrik masih mengalami peningkatan.

Direktur Perseroda BMB Bangli Anak Agung Wibawa Putra mengatakan produksi listrik PLTS meningkat sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata produksi bulanan sebelumnya.

Saat ini, produksinya berada di kisaran 20 ribu hingga 25 ribu kWh per bulan. "Astungkara bulan ini bisa di atas 25 ribu," kata Wibawa, Rabu (26/8/2026).

PLTS tersebut memiliki luas lebih dari 1 hektare. Fasilitas ini dilengkapi 5.004 panel dan 50 inverter.

Namun, hanya 14 inverter yang masih berfungsi dengan baik. Sebagian lainnya rusak karena faktor usia, sedangkan 12 inverter mengalami kerusakan setelah tersambar petir pada April 2026.

Perseroda BMB belum dapat memperbaiki maupun mengganti inverter yang rusak.

Wibawa mengatakan perangkat tersebut merupakan inverter lama yang dipasang sejak 2013.

Perangkat itu kini sulit diperbaiki karena komponennya sudah tidak lagi diproduksi.

"Kita sudah upayakan mencari sparepart, dikarenakan barang tersebut sudah tidak produksi dan mengalami pembaharuan," jelasnya. "Kita akan proses buat kajian untuk revitalisasi PLTS Bangli," tambahnya.

Wibawa menyebutkan, jika seluruh inverter berfungsi normal, PLTS tersebut diperkirakan mampu menghasilkan listrik hingga 100 ribu kWh per bulan. Produksi sebesar itu pernah dicapai pada 2019. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
PLTS Bangli Komang Carles dprd bangli