Dewan Bangli Singgung Promosi Wisata, Dirga Yusa: Oraine Nudukin Pipis Dogen, Tingkatkan, Tingkatkan

I Made Mertawan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:31 WIB
Suasana pagi hari di Pinggan Glamping Hill, Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani dengan pemandangan utama Gunung Batur.
Suasana pagi hari di Pinggan Glamping Hill, Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani dengan pemandangan utama Gunung Batur.

BALIEXPRESS.ID – Promosi wisata menjadi salah satu perhatian DPRD Bangli dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang berimbas terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Dewan menilai promosi perlu diperkuat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bangli I Ketut Mastrem dalam rapat kerja dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, Senin (31/8/2026).

Menurut Mastrem, promosi merupakan bagian penting. Ia mengatakan promosi membutuhkan biaya, namun anggaran yang dikeluarkan harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan dan pendapatan daerah.

Baca Juga: Pencurian Motor di Banyubiru Jembrana Terungkap, Polisi Bekuk Pria 21 Tahun Kurang dari 24 Jam

"Promosi itu seperti bisnis, kita mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Jangan sampai promosi besar output atau outcome tidak ada," kata Mastrem.

Politikus PDIP tersebut mendorong Disparbud memanfaatkan media digital yang tengah menjadi tren.

Promosi digital dinilai tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi dapat memberikan efek yang luas.

Baca Juga: BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Selain itu, Mastrem mengingatkan pelayanan kepada wisatawan juga harus menjadi perhatian.

Sarana dan prasarana di destinasi wisata perlu disiapkan dengan baik agar wisatawan yang datang merasa puas. Kepuasan turis dapat memberikan dampak promosi secara tidak langsung.

Baca Juga: Memahami Level Perdebatan dalam Hindu, Tak Memaksakan Jalan Tunggal, Jangan Terjebak Debat Kusir

"Harus memberikan pelayanan , menyediakan sarana dan prasarana penunjang yang baik , biar beritanya baik," kata Mastrem.

Wisatawan yang mendapatkan pengalaman baik berpotensi menceritakan atau merekomendasikan destinasi yang dikunjunginya, sehingga pemerintah dapat promosi gratis.

Politikus PDIP ini juga mengingatkan Disparbud agar tidak mengecewakan biro perjalanan yang membawa wisatawan ke Bangli. 

"Kintamani sekarang primadona, tetapi tidak membuat pendapatan daerah meningkat," tegas anggota dewan asal Desa Katung, Kecamatan Kintamani ini.

Di tengah sorotan tersebut, Kepala Disparbud Bangli I Wayan Dirga Yusa mengungkapkan adanya keterbatasan anggaran dalam pengelolaan dan pembinaan pariwisata.

Di satu sisi, Disparbud dituntut terus meningkatkan pendapatan dari sektor retribusi daya tarik wisata (DTW), tetapi di sisi lain dukungan anggaran untuk pemeliharaan maupun promosi dinilai belum memadai.

Dirga mengatakan tugas utama Disparbud dalam bidang pariwisata adalah sebagai pengelola dan pembina pariwisata.

Pelaksanaan tugas tersebut tidak diimbangi dengan anggaran yang cukup untuk menyediakan sarana dan prasarana.

"Oraine nudukin pipis dogen (Hanya disuruh pungut uang), tingkatkan, tingkatkan. Enak tingkatkan, tingkatkan," kata Dirga.

Ia mencontohkan DTW Kintamani yang setiap tahun menyetor sekitar Rp25 miliar, namun dukungan perhatian terhadap destinasi tersebut masih terbatas.

Untuk sekadar membuat papan pengumuman, misalnya, Disparbud bahkan menggunakan dana CSR BPD Bangli. Nilainya mencapai Rp15 juta.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Disparbud tetap berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Salah satunya melalui optimalisasi pemungutan retribusi di DTW Kintamani bersama pihak ketiga.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala pada perjanjian kerja sama (PKS). (*)

Editor : I Made Mertawan
Kintamani bangli retribusi wisata