BALIEXPRESS.ID - Warga yang terdampak kebakaran di Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat kini terpaksa mengungsi.
Hal ini lantaran sejumlah rumah bedeng yang menjadi tempat tinggal rusak akibat dilalap api sejak Senin (31/8).
Dinas Sosial Kota Denpasar pun kemudian melakukan pendataan data diri warga yang terdampak.
Bahkan rencananya warga pendatang yang tinggal di kawasan tersebut akan dipulangkan ke daerah asal.
Kadis Sosial Denpasar, I Gusti Ayu Laxmi Saraswaty mengatakan, prosedur pertama terkait terjadinya kebakaran adalah memberikan bantuan logistik.
Pihaknya pun telah memberikan bantuan berupa kasur lipat dan family kit.
Baca Juga: Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak
“Kedua kami, artinya sesuai standar pelayanan minimal kita tempatkan dulu ke tempat yang aman dulu,” ujar Laxmi saat dikonfirmasi Rabu (2/9).
Dirinya menyebutkan, warga yang terdampak kebakaran ini kebanyakan tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dari Kota Denpasar.
Untuk itu, Dinsos Denpasar pun kini melakukan asesmen di lapangan untuk mengetahui data diri dari korban yang terdampak.
Hal ini juga dilakukan lantaran saat menempati lahan yang terbakar tersebut, para warga pendatang ini tidak melaporkan diri kepada kepala lingkungan.
“Kami akan lakukan asesmen ulang, mereka nika KK mana, identitasnya mana, karena mereka melakukan penempatan lahan nika kan tidak lapor diri dia ke kaling atau kadus setempat,” ungkapnya.
Baca Juga: Presensi Wajah ASN Digital Terus Dimatangkan, Versi iOS dalam Proses Verifikasi
Laxmi pun menerangkan, kegiatan tinggal di wilayah Denpasar tanpa melaporkan diri adalah pelanggaran.
Untuk itu, warga yang terdampak tersebut akan dikembalikan ke daerah asal sesuai dengan identitas yang dimiliki.
Warga tersebut pun tidak diizinkan kembali membangun rumah semi eprmanen atau bedeng di lokasi yang sama.
“Apalagi nika ada balita kan tidak boleh seperti nika. Maka kami akan pulangkan ke daerah asal dan hari niki kami menunggu update dari Kabid Linjamsos,” tegasnya.
Terkait pemulangan tersebut, dirinya menjelaskan, ada baras waktunya yakni, 3-7 hari dari kejadian.
Laxmi pun akan berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Bali terkait pemulangan, lantaran kebanyakan berasal dari luar provinsi.
Baca Juga: RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Investasi Besar untuk Dorong Ekonomi dan Perkuat APBN
Terkait biaya untuk memulangkan warga dirinya mengaku akan ditangani provinsi.
“Dinsos provinsi (yang menanggung) karena ini antar provinsi nggih. Kami juga koordinasi dengan Dinsos Badung, kan itu perbatasan Denpasar Badung. Jika seandainya ada KK Badung kembali ke Dinsos Badungnya menangani,” jelasnya.
Sementara salah satu warga, Sukamdam, 60, mengaku, mengungsi sementara di sekitar lokasi kebakaran.
Dirinya juga menyatakan, telah menerima bantuan logistik berupa, alas tidur, tenda, dan makanan.
Namun warga yang mengungsi masih memerlukan bantuan, berupa sabun, alat cuci, dan alat keperluan bayi.
“Sekarang mungkin juga perlu bahan makanan yang mentah-mentah, mungkin untuk 2-3 hari. Kalo untuk (makanan) hari ini sudah cukup,” paparnya. (*)