BALIEXPRESS.ID – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memperkuat struktur organisasi di Bali sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Konsolidasi dilakukan hingga tingkat akar rumput dengan ambisi mengembalikan posisi politik Hanura melalui target 36 kursi DPRD Bali dan satu kursi DPR RI.
Penguatan organisasi tersebut menjadi salah satu agenda dalam konsolidasi DPP Partai Hanura bersama DPD, DPC dan anggota DPRD kabupaten/kota se-Bali di Harper Kuta, Badung, Rabu (2/9).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura sekaligus Tim Task Force DPP, Patrice Rio Capella bersama tim, Ketua DPD Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna, jajaran pengurus DPC Hanura kabupaten/kota serta anggota DPRD dari Partai Hanura di Bali.
Baca Juga: Penyaluran Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Triwulan II 2026
Rio Capella mengatakan perkembangan konsolidasi Hanura di Bali cukup positif. Berdasarkan laporan yang diterima DPP, pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di Bali telah mendekati 90 persen.
Sementara secara keseluruhan, struktur organisasi yang masih dalam proses pemutakhiran berada di kisaran 60 persen.
DPP menargetkan seluruh struktur tersebut dapat dirampungkan hingga akhir September, termasuk penyesuaian papan nama partai di daerah.
“Kita ambil kesepakatan bahwa dari laporan DPC tadi, hampir 90 persen PAC-nya sudah terbentuk. Artinya konsolidasinya berjalan baik dan sisanya kita minta pada akhir September semua sudah 100 persen selesai, termasuk pemasangan papan merek dan sebagainya,” ujar Patrice.
Pembenahan struktur tersebut juga berkaitan dengan perubahan identitas visual Hanura yang kini menggunakan logo baru bergambar kepala ‘Singa’.
Karena itu, pengurus di daerah diminta segera menyesuaikan papan nama partai dengan identitas baru tersebut.
Menurut Patrice, penyelesaian struktur organisasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan verifikasi partai politik.
Hanura ingin mesin partai telah berjalan sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029.
Baca Juga: Setahun Berlalu, Bonus Atlet Bangli Porprov Bali 2025 Belum Cair
Ia mengatakan partai telah memiliki arah kerja serta jadwal konsolidasi yang jelas.
Penguatan struktur tetap dilakukan meskipun nantinya tidak ada verifikasi faktual.
“Partai ini sudah on the track. Hanura ini sudah menata masa depannya sendiri dengan jalan yang benar. Artinya Hanura sudah punya kompas apa yang harus dilakukan, kemudian punya timetable-nya kapan, kemudian apa yang harus dilakukan 2027 itu jelas,” jelasnya.
Secara nasional, Hanura menargetkan struktur organisasi terbentuk 100 persen di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Tejakula, 7 Ruko dan 1 Rumah Ludes Terbakar Malam Hari
Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sekitar 470-an DPC disebut telah terbentuk, sedangkan sisanya masih dalam proses penerbitan surat keputusan.
Pembentukan PAC dan ranting juga terus dikebut.
Bali termasuk daerah yang dinilai cukup siap, meski DPP tetap meminta percepatan di sejumlah wilayah dan memastikan seluruh jajaran memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan organisasi partai.
Setelah konsolidasi organisasi rampung, Hanura akan mulai melakukan penjaringan bakal calon legislatif pada 2027.
Kandidat yang dijaring melalui DPC akan dipersiapkan menghadapi Pemilu 2029.
Pada periode yang sama, partai juga akan melakukan survei di seluruh provinsi, termasuk Bali.
Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Tanggungjawab Kerugian PT JFC Rp 21 M hingga Harta Pribadi
DPP menilai Hanura masih memiliki modal politik untuk melakukan kebangkitan.
Pada Pemilu 2024, partai tersebut disebut memperoleh sekitar 1,008 juta suara secara nasional dan memiliki 525 kursi DPRD provinsi serta kabupaten/kota.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Hanura untuk meningkatkan kembali perolehan politiknya, sehingga perjuangan menuju Pemilu 2029 tidak dimulai dari nol.
“Menurut saya, Hanura punya waktu dua-tiga tahun ini pasti lebih siap daripada yang kemarin-kemarin,” katanya.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Pantai Air Kuning Jembrana, Diduga WNA Polandia Terseret Arus
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna menyebut target 36 kursi DPRD Bali dan satu kursi DPR RI merupakan bagian dari agenda membangkitkan kembali kekuatan Hanura di Pulau Dewata.
Wirajaya mengatakan Hanura memiliki catatan sejarah politik yang cukup kuat di Bali.
Pada periode sebelumnya, Hanura bahkan pernah memiliki hingga 27 kursi DPRD di Bali. Saat ini, jumlah kursi yang dimiliki Hanura di tingkat DPRD kabupaten/kota tersisa enam.
Kondisi tersebut menjadi alasan bagi jajaran Hanura Bali untuk kembali membangun kekuatan organisasi dan politik dari tingkat provinsi hingga ranting.
“Ini tentu bagian dari bagaimana kita me-reborn kembali Hanura di Bali,” ucapnya.
Ia menilai pengalaman politik sebelumnya menjadi modal bagi Hanura untuk kembali bersaing.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Pantai Air Kuning Jembrana, Diduga WNA Polandia Terseret Arus
Tantangan yang dihadapi saat ini adalah membenahi struktur, menyatukan persepsi kader serta memastikan mesin partai berjalan hingga tingkat paling bawah.
Wirajaya juga mengapresiasi langkah DPP melalui Tim Task Force yang turun langsung melakukan pemantauan dan berdialog dengan jajaran daerah.
“Kami dari DPD Hanura Bali mengapresiasi dari DPP, dalam hal ini tim Task Force DPP Partai Hanura yang mempunyai program untuk memantau langsung, memonitoring dan dekat langsung berdialog dengan daerah,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran langsung Tim Task Force DPP memberikan tambahan semangat bagi jajaran Hanura di Bali untuk mempercepat pembenahan organisasi.
Penyelesaian struktur dinilai penting agar partai memiliki perangkat yang memadai untuk menghadapi tahapan politik berikutnya.
Dalam waktu dekat, penyelesaian struktur PAC menjadi prioritas.
Setelah seluruh PAC terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan ke struktur di bawahnya sembari mempersiapkan agenda politik menuju 2027 dan Pemilu 2029.
“Semangat yang diberikan, energi yang diberikan oleh arahan dan instruksi yang diberikan oleh tim Task Force untuk kita segera mungkin bangkit, semangat untuk betul-betul instrumen-instrumen yang dibutuhkan dalam kelolosan partai kita,” jelasnya.
Target perolehan 36 kursi DPRD Bali dan satu kursi DPR RI kemudian menjadi bagian dari strategi tersebut.
Hanura Bali berharap konsolidasi organisasi dan pengalaman politik masa lalu dapat menjadi modal untuk kembali menempatkan partai sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Bali.
“Struktur tadi disampaikan sampai PAC itu sudah harus terpenuhi sampai dengan bulan September. Dan setelah itu tentu progres-progres lanjutan,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti