Berburu Berujung Petaka, Warga Bangli Tertembak Senapan Angin

I Made Mertawan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:16 WIB
Barang bukti (BB) senapan diamankan Polsek Tembuku. (Ist)
Barang bukti (BB) senapan diamankan Polsek Tembuku. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Nasib nahas dialami I Ketut Puja Antara, 41. Pria asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli, ini tertembak senapan angin saat berburu bersama rekan-rekannya.

Akibat kejadian itu, ia harus menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), peristiwa itu terjadi di jurang wilayah Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Baca Juga: OTK Rusak Kantor PDAM Kintamani Malam Hari, Dua Pot dan Kaca Jendela Pecah

Saat itu, korban berburu bersama lima rekannya. Mereka masing-masing membawa senapan angin.

Di lokasi, rombongan tersebut terbagi menjadi dua kelompok dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Tiba-tiba terdengar suara  benda jatuh dan tembakan. Salah satu rekan korban sempat mengira suara tersebut berasal dari buruan yang didapat.

Baca Juga: Nampah Dandan Beling di Tenganan, Upaya Mencegah Kasus Hamil di Luar Nikah

Setelah dicek, Puja justru terlihat terkapar dengan senter yang sebelumnya terpasang di kepalanya telah terlepas.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka pada bagian kepala.

Baca Juga: Peringati Tumpek Uye, Disperpa Badung Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit BMC Bangli untuk mendapat pertolongan medis sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan senapan angin milik korban dalam kondisi patah.

Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, polisi telah meminta keterangan dari rekan-rekan korban.

Seluruh senapan angin yang dibawa saat berburu juga telah diamankan di Polsek Tembuku.

Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi menduga korban terkena senapannya sendiri. Hal itu berdasarkan hasil keterangan rekan-rekan yang terlebih dahulu mendengar suara benda terperosok, lalu diiringi suara tembakan.

Ada dugaan korban jatuh, lalu tidak sengaja senapannya melepaskan tembakan, namun itu masih perlu didalami.

Keterangan korban menjadi kunci untuk mengungkap kejadian tersebut. Ia belum dapat dimintai keterangan hingga Jumat (4/9/2026) karena masih menjalani perawatan intensif.

"Korban masih dirawat, kami juga tidak mau mengganggu penanganan medis," terang Dadi. (*)

Editor : I Made Mertawan
senapan angin bangli berburu