BALIEXPRESS.ID – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk.
Kali ini, kecelakaan melibatkan truk tronton dan mobil pikap terjadi di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Kecelakaan yang terjadi secara frontal atau kerap disebut warga sebagai “adu jangkrik” tersebut mengakibatkan sopir pikap meninggal dunia.
Baca Juga: HUT ke-33 KMHDI, Creative Space Diresmikan sebagai Wadah Kreativitas Kader
Detik-detik kecelakaan bahkan terekam kamera dasbor yang terpasang di truk tronton dan cctv di salah satu rumah warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan truk tronton Nopol S 8395 UP yang dikemudikan Supari,48, asal Jombang, Jawa Timur, dengan mobil pikap Nopol P 8273 VQ yang dikemudikan Hasan Bisri ,51, asal Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kecelakaan bermula saat truk tronton bermuatan beton U-Ditch melaju dari arah barat menuju timur, atau dari Gilimanuk menuju Denpasar.
Baca Juga: Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pelayanan dan Perlindungan Pekerja di Bali
Saat melintas di wilayah Banjar Taman, Desa Tuwed, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul mobil pikap berwarna putih.
Pikap yang melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk itu diduga masuk ke jalur berlawanan.
Baca Juga: Vaksinasi Rabies Bali Baru 57,40 Persen, Stok Vaksin Dipastikan Cukup hingga Akhir Tahun
Sopir truk menduga kendaraan tersebut oleng dan mengambil jalur kanan hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan.
“Tiba-tiba aja langsung nganan, oleng langsung hantam truk saya. Saya mau bongkar muatan di wilayah Sunset Road, Badung,” tutur Supari
Supari mengaku masih syok setelah kecelakaan tersebut. Dia kemudian menunjukkan rekaman kamera dasbor yang terpasang di dalam truknya.
Menurutnya, dari rekaman tersebut terlihat pikap tiba-tiba masuk ke jalur yang dilalui truk tronton.
“Truk saya ada kameranya. Dari rekaman video, pikap itu terlihat tiba-tiba mengambil jalur saya. Tidak bisa menghindar karena begitu mendadak,” ungkapnya.
Benturan keras kedua kendaraan tersebut sontak mengagetkan warga sekitar. Suara tabrakan bahkan sempat dikira sebagai suara ban truk yang pecah.
Kadek Dwipayana,47, warga Tuwed, mengaku langsung keluar rumah setelah mendengar suara benturan keras.
“Saya kira ban pecah, suaranya keras sekali. Baru dilihat truk sudah melintang depan rumah. Truk dari barat, pikap dari timur,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan pikap mengalami kerusakan parah hingga ringsek.
Sementara truk tronton mengalami kerusakan pada bagian depan kanan. Ban depan kanan pecah dan bumper depan juga mengalami kerusakan.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk tersendat. Kemacetan dari kedua arah dilaporkan mencapai lebih dari tiga kilometer.
Petugas Satlantas Polres Jembrana langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, polisi menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Kapolsek Melaya Kompol Putu Suarmadi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Dia menyebut sopir pikap sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
“Sopir pikap dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Puskesmas 1 Melaya,” jelas Kompol Putu Suarmadi. (*)
Editor : I Made Mertawan