Gedung Sekolah Direvitalisasi, Siswa SDN 2 Tembuku Belajar di Balai Desa

I Made Mertawan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 07:26 WIB
Siswa SDN 2 Tembuku belajar di Balai Desa Tembuku, Selasa (8/9/2026). (I Made Mertawan/Bali Express)
Siswa SDN 2 Tembuku belajar di Balai Desa Tembuku, Selasa (8/9/2026). (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Proses belajar mengajar siswa SDN 2 Tembuku untuk sementara dilaksanakan di Balai Desa Tembuku.

Balai desa tersebut disekat menjadi sejumlah ruang kelas, dilengkapi meja dan bangku untuk siswa, sedangkan pintunya menggunakan korden.

Kebijakan ini diambil karena gedung sekolah yang berlokasi di Banjar Penida Kaja, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, sedang direvitalisasi.

Baca Juga: 746 Hektare Sawah Tabanan Kekurangan Air, Petani Mulai Tunda Tanam Padi

Kepala SDN 2 Tembuku Ni Wayan Sri Noviani mengatakan, seluruh siswa yang berjumlah 79 orang dari kelas I hingga VI mengikuti pembelajaran di balai desa. Siswa mulai belajar di lokasi tersebut sejak Senin (7/9/2026) lalu.

Pihak sekolah mengambil langkah itu karena tidak ada gedung lain yang memadai untuk digunakan sebagai tempat belajar.

Sebelum memutuskan meminjam balai desa, pihak sekolah telah menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Sehari Enam Kebakaran Terjadi di Buleleng, Warga Diminta Waspada

Pembuatan sekat ruang kelas juga mendapat dukungan dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar.

“Hal-hal tersebut sesuai hasil rapat komite sekolah,” jelas Sri saat dikonfirmasi Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana, DPK BRI Capai Rp1.580 Triliun dan Didominasi CASA

Menurut Sri, balai desa menjadi lokasi proses belajar mengajar selama gedung sekolah direvitalisasi.

Proses revitalisasi dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026, namun siswa tidak akan belajar di balai desa hingga akhir tahun karena sebelum tutup tahun sudah libur semester.

Sri berharap para siswa tetap nyaman mengikuti pembelajaran di sana. “Untuk saat ini tidak ada persoalan. Anak-anak belajar sesuai harapan,” terangnya.

Terkait revitalisasi gedung sekolah, Sri menyebutkan terdapat tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta satu toilet yang diperbaiki.

Selain itu, dibangun dua gedung baru yang masing-masing akan digunakan untuk ruang UKS dan administrasi. Total anggaran mencapai Rp1.072.250.973.

Anggaran tersebut bersumber dari bantuan pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), sejumlah bangunan sekolah sudah dibongkar sebagai persiapan perbaikan.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli Ida Bagus Maha Arta mengatakan, pihak sekolah telah menyampaikan soal penggunaan balai desa kepada dinas.

Sekolah juga berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum kegiatan belajar dipindahkan.

Menurut Maha, penggunaan balai desa dipilih untuk memastikan keselamatan siswa selama pekerjaan revitalisasi berlangsung, sebab sejumlah bangunan sekolah dibongkar sehingga tidak memungkinkan seluruh siswa tetap belajar di lingkungan sekolah. “Dibantu masyarakat menyiapkan ruang belajar,” kata Maha.

Maha menambahkan, sebenarnya terdapat alternatif lain, yakni berbagi tempat dengan sekolah terdekat dengan mengatur jadwal pembelajaran, seperti melaksanakan kegiatan belajar pada sore hari.

Namun, tidak terdapat sekolah terdekat yang dapat digunakan untuk menampung siswa SDN 2 Tembuku. Oleh karena itu, balai desa menjadi pilihan yang paling memungkinkan. (*)

Editor : I Made Mertawan
SDN 2 Tembuku balai desa bangli