Tujuh Orang Tergigit Anjing di Cemagi, Dinkes Badung Pastikan Telah Tertangani

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:54 WIB
Ilustrasi gigitan anjing. (ist)
Ilustrasi gigitan anjing. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Kasus gigitan anjing yang diduga mengalami rabies terjadi di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi dan sekitarnya terhadap tujuh orang.

Peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan pada 4 September 2026.

Beruntungnya seluruh korban yang beberapa diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Dominasi Perolehan Medali, Kontingen Badung Sabet Juara Umum Bakti Negara Cup 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bagus Padma Puspita, pun membenarkan adanya laporan tersebut.

Pihaknya memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan sesuai sesuai prosedur penanganan medis yang berlaku.

“Memang dari tujuh korban yang dilaporkan, penanganannya dilakukan di tempat yang berbeda-beda,” ujar Padma Puspita, Rabu (9/9).

Baca Juga: Mediasi Desa Adat dan Pengempon Pura Tangkas Kori Agung, Bupati Klungkung Dorong Negosiasi

Dirinya menyebutkan, kasus gigitan tersebut dilaporkan terjadi pada waktu yang berdekatan dengan lokasi yang masih berada di sekitar kawasan Cemagi.

Hanya saja anjing yang diduga menggigit para korban hingga kini belum ditemukan.

Dinas Kesehatan Badung pun belum dapat memastikan tujuh korban digigit oleh anjing yang sama atau berbeda.

Baca Juga: Gedung Sekolah Direvitalisasi, Siswa SDN 2 Tembuku Belajar di Balai Desa

Status kesehatan anjing tersebut, termasuk dugaan terjangkit rabies atau tidak, juga belum dapat dipastikan sebelum hewan ditemukan dan menjalani pemeriksaan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung.

Untuk mengantisipasi risiko penyebaran rabies, Padma Puspita pun telah berkoordinasi dengan Disperpa dan aparat desa untuk melakukan pencarian anjing yang menggigit korban.

“Untuk anjingnya masih dicari serta akan dilakukan sampling. Kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta dibantu aparat di desa,” jelasnya.
Dirinya pun membenarkan ada dua korban gigitan anjing merupakan WNA.

Mereka juga telah mendapatkan penanganan medis, yang salah satunya memilih perawatan lanjutan di rumah sakit swasta

Hal ini pun sesuai dengan cakupan asuransi kesehatan yang dimiliki WNA tersebut.

Lebih lanjut, Padma Puspita menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal, sebagian korban tidak mengalami luka pada lokasi yang tergolong beresiko tinggi.

Namun, penanganan dan tindak lanjut tetap dilakukan sesuai hasil penilaian medis.

Dirinya mengingatkan, masyarakat tetap waspada dan apabila mengalami gigitan atau cakaran anjing atau hewan penular rabies.

Langkah awal yang dapat dilakukan segera mencuci luka dengan sabun di air yang mengalir.  “Kemudian segera ke puskesmas terdekat (rabies center) untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara Kadisperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana juga membenarkan kejadian tersebut.

Setelah menerima laporan, petugas Puskeswan Mengwi langsung berkoordinasi dengan Perbekel Desa Cemagi untuk merespons kejadian di lapangan.

Namun anjing yang diduga menggigit para korban tersebut sudah menghilang.

Pihaknya menyatakan, tim di lapangan sejatinya telah menyiapkan langkah penanganan apabila anjing tersebut kembali ditemukan masyarakat.

Petugas akan mengamankan anjing dan mengambil sampel otaknya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Seandainya anjing ditemukan kembali oleh masyarakat petugas sudah siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut, mengamankan dan mengambil sampel otak anjing. Namun sampai saat ini anjing belum dilaporkan ditemukan," ungkap Raka Sukadana.
Pihaknya juga mengaku, telah meminta para korban mendatangi puskesmas terdekat guna memperoleh penanganan tahap awal sekaligus pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko rabies setelah mengalami gigitan anjing.

"Untuk identitas korban satu WNA berasal dari Australia dan sudah balik ke negaranya, sedangkan yang lagi satu kami belum mengetahui identitasnya," paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
anjing rabies cemagi