BSSN Bersurat, Data Belasan Ribu Pegawai Pemkab Badung Diduga Diretas

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:02 WIB
Tampilan awal aplikasi Simpeg Pemkab Badung yang diduga diretas untuk mendapatkan data pegawai. (Ist)
Tampilan awal aplikasi Simpeg Pemkab Badung yang diduga diretas untuk mendapatkan data pegawai. (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Data belasan ribu pegawai di lingkungan Pemkab Badung diduga telah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

Bahkan data dalam Sistem Informasi Manajerial Pegawai (Simpeg) tersebut dikabarkan telah diperjualbelikan oleh peretas di situs dark web.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dilaporkan telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Pemkab Badung agar langkah mitigasi serta penanganan teknis segera dilakukan.

Baca Juga: Tujuh Orang Tergigit Anjing di Cemagi, Dinkes Badung Pastikan Telah Tertangani

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung, I Ketut Gede Arta pun tak menampik adanya informasi tersebut.

Pihaknya menyatakan, server penyimpanan data utama Pemkab Badung pada dasarnya memang berada di Diskominfo Badung.

Kendati demikian, pengembangan, pengoperasian, serta gerbang akses (gateway) aplikasi Simpeg berada di bawah kewenangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung yang bekerja sama dengan pihak ketiga (vendor).

Baca Juga: Dominasi Perolehan Medali, Kontingen Badung Sabet Juara Umum Bakti Negara Cup 2026

"Data memang tersimpan di Diskominfo, tetapi pintu masuk dan pengelolaannya ada di BKPSDM. Ibarat rumah, kuncinya ada di sana," ujar Gede Arta saat dikonfirmasi Rabu (9/9).

Pihaknya juga membenarkan adanya surat yang dilayangkan BSSN.

Meski demikian telah dilakukan tindakan cepat dengan melakukan penanganan awal.

Baca Juga: KONI Bangli Ajukan Rp5,6 Miliar untuk Porprov 2027, Naik dari Rp3,2 Miliar

"Langkah mitigasi sudah langsung dilakukan pada hari itu juga. Tim teknis di bidang persandian dan keamanan informasi sudah melakukan tindakan pencegahan serta koordinasi," ungkapnya.

Sementara mengenai titik pasti kebocoran sistem maupun rumor yang menyebutkan data pegawai telah diperjualbelikan di dark web, Gede Arta menyatakan belum dapat memberikan konfirmasi lebih terperinci.

Menurutnya, evaluasi teknis dan komunikasi intensif dengan pihak vendor pengembang aplikasi saat ini ditangani langsung oleh internal BKPSDM Badung.

Ia menegaskan, Diskominfo Badung akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan keandalan sistem perbankan data Pemkab Badung.

Hal ini juga dilakukan untuk menutupi potensi celah keamanan yang ada.

"Kami terus berkoordinasi dengan BKPSDM karena yang lebih tahu soal data pegawai itu disana dengan vendornya," ucap mantan Camat Kuta Selatan tersebut.

Sementara Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya menyatakan, tidak ada kebocoran data pegawai yang terjadi.

BSSN hanya memberikan surat untuk berhati-hati dalam penggunaan aplikasi Simpeg.

“Cuma disuruh hati-hati, karena kemarin saat sinkronisasi data simpeg, ada terjadi kendala,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
Simpeg diretas Pemkab Badung