Nelayan Cupel Hilang di Laut Pulukan Jembrana, Sampan Hantam Tabrak Kayu

I Gde Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:55 WIB
Tim SAR melakukan pencarian I Gusti Putu Sugiarta yang hilang di perairan Pulukan, Jembrana, Jumat (11/9/2026). (ist)
Tim SAR melakukan pencarian I Gusti Putu Sugiarta yang hilang di perairan Pulukan, Jembrana, Jumat (11/9/2026). (ist)

BALIEXPRESS.ID– Upaya pencarian terhadap I Gusti Putu Sugiarta, 38, nelayan asal Cupel, Kecamatan Negara, yang hilang setelah kecelakaan laut di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua pencarian, Jumat (11/9/2026), Tim SAR masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Penyisiran terus dilakukan dengan memperluas area pencarian. Tim SAR menyisir jalur perairan yang diperkirakan menjadi arah terbawanya korban setelah insiden sampan pecah dan tenggelam.

Baca Juga: Bupati Badung Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Perubahan APBD 2026

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana Dewa Putu Hendri mengatakan, pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah perairan dari Pengambengan menuju ke timur hingga perairan Air Kuning. Penyisiran kemudian dilanjutkan ke arah selatan dan barat.

“Pencarian dari Pengambengan ke timur sampai perairan Air Kuning, lalu ke arah selatan dan ke arah barat,” ungkap Dewa Putu Hendri.

Petugas tidak hanya mencari keberadaan korban. Tim juga menyisir permukaan laut untuk menemukan barang-barang yang kemungkinan berkaitan dengan Sugiarta atau menjadi petunjuk lokasi korban.

Baca Juga: Pemkab Klungkung Kucurkan Rp3,8 Miliar untuk Jalan Kutampi-Ponjok Nusa Penida

Namun, hingga hari kedua pencarian, hasilnya masih nihil. Tidak ada barang milik korban yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan selama penyisiran berlangsung. “Sementara tidak ada penemuan barang-barang,” terangnya.

Dewa Putu Hendri menegaskan, sampai Jumat, pencarian terhadap nelayan asal Cupel tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.

Baca Juga: 20 Tahun Berlalu, Penyungsung Pura Tuluk Biyu Batur Kembali Gelar Madewasraya

Tim masih melakukan upaya pencarian di sejumlah wilayah perairan yang telah ditentukan. “Iya betul, masih nihil,” pungkasnya.

Sebelumnya, I Gusti Putu Sugiarta dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Sugiarta saat itu melaut bersama dua nelayan lainnya menggunakan sebuah sampan fiber berwarna putih bertuliskan Rahayu.

Ketiganya diketahui sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan di sekitar perairan Pulukan.

Nahas, di tengah perjalanan sampan tersebut menabrak kayu yang mengapung di tengah laut. Benturan membuat sampan pecah hingga akhirnya tenggelam.

Dua nelayan lainnya berhasil selamat. Namun, Sugiarta tidak diketahui keberadaannya sehingga kemudian dilaporkan hilang dan memicu operasi pencarian oleh Tim SAR. Kecelakaan tersebut terjadi di sekitar koordinat -8°30’02.6”S 114°43’26.3”E. (*)

Editor : I Made Mertawan
Sampan Tabrak Kayu nelayan hilang jembrana