BALIEXPRESS.ID - Pengelolaan sampah dari tingkat desa menjadi perhatian Wakil Bupati (Wabup) Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra.
Ia meminta pemerintah desa tidak hanya mengandalkan teknologi pengolahan sampah, tetapi memperkuat pemilahan sejak dari rumah tangga.
Hal itu disampaikan Tjok Surya saat memimpin Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan di Kantor Camat Dawan, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Bupati Badung Apresiasi Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Perubahan APBD 2026
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sejak dari sumbernya.
Ia menilai keberadaan teknologi seperti pyrolysis di TOSS Center tetap membutuhkan dukungan dari masyarakat.
Sampah yang sudah dipilah sejak rumah tangga akan memudahkan proses pengolahan sekaligus mengurangi persoalan sampah yang masuk ke tempat pengolahan.
Baca Juga: Pemkab Klungkung Kucurkan Rp3,8 Miliar untuk Jalan Kutampi-Ponjok Nusa Penida
“Mari bersama-sama memperkuat komitmen dalam mengelola sampah dari sumbernya. Sistem pengelolaan sampah modern sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Oleh karena itu, saya mendorong setiap desa untuk tidak ragu melahirkan terobosan dan inovasi mandiri dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Perangkat desa diminta mengambil peran lebih aktif dalam menggerakkan warga.
Baca Juga: 20 Tahun Berlalu, Penyungsung Pura Tuluk Biyu Batur Kembali Gelar Madewasraya
Tjok Surya mendorong masing-masing desa mencari pola pengelolaan yang sesuai dengan kondisi wilayahnya, sehingga persoalan sampah tidak seluruhnya dibebankan pada pemerintah kabupaten.
Selain isu sampah, evaluasi tersebut juga menjadi ajang melihat kinerja pemerintahan di tingkat desa.
Sebelum evaluasi berlangsung, tim monitoring dan evaluasi telah turun langsung ke Desa Gunaksa dan Desa Sampalan Klod dengan melihat empat bidang, yakni pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Dari hasil pemantauan, Tjok Surya menilai pelaksanaan pemerintahan di dua desa tersebut sudah berjalan cukup baik.
Ia meminta capaian tersebut dipertahankan dan dijadikan contoh bagi desa lain untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Jadi, dari hasil monev ini, capaiannya sudah cukup baik. Maka dari itu, tolong ke depannya dipertahankan dan terus ditingkatkan. Untuk desa-desa lainnya, agar hal ini dijadikan contoh dalam mengelola tata pemerintahan yang optimal guna menyejahterakan masyarakat,” pintanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan desa untuk mempercepat pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Perangkat desa diminta aktif mendampingi masyarakat agar pemanfaatan identitas digital tersebut semakin luas, termasuk mendukung pendataan warga untuk kebutuhan perlindungan sosial. (*)
Editor : I Made Mertawan