BALIEXPRESS.ID - Dalam upaya mendukung program pemerintah mempercepat penurunan angka stunting, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kegiatan PkM ini mengusung fokus utama "Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Inovasi Pangan Bergizi Tinggi."
Pencegahan stunting masalah kurang gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan anak menjadi prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk perguruan tinggi. Tim akademisi Fakultas Farmasi Unmas Denpasar mengidentifikasi bahwa tanaman kelor (Moringa oleifera) tumbuh subur dan melimpah di Desa Sibanggede, namun pemanfaatannya oleh warga setempat masih terbatas pada hidangan sayur biasa.
Optimalisasi Nutrisi Kelor untuk Ibu dan Anak
Melalui pendekatan ilmu farmasi dan bahan alam, para peserta yang terdiri dari para ibu hamil, ibu menyusui, kader Posyandu, serta perangkat Desa Sibanggede diajak memahami kandungan nutrisi luar biasa dari daun kelor, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan antioksidan tinggi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Akses Jalan Petani Munggu Dibuka, Penyewa Bongkar Bangunan Secara Sukarela
Rangkaian kegiatan PkM ini meliputi:
· Edukasi Gizi & Kesehatan: Pemaparan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting.
· Diversifikasi Olahan Pangan: Pelatihan mengolah daun kelor menjadi produk turunan yang disukai anak-anak dan mudah diserap tubuh, seperti tepung kelor, biskuit/makanan pendamping ASI (MPASI), ekstraksi minuman sehat, hingga puding nutrisi.
· Standardisasi Higienitas Pengolahan: Penyampaian teknik pengolahan dan pengeringan daun kelor yang benar agar kandungan nutrisi di dalamnya tidak rusak.
Ketua Tim Pengabdian Fakultas Farmasi Unmas Denpasar menekankan bahwa kelor merupakan superfood lokal yang sangat efektif dan terjangkau untuk mengatasi ancaman stunting sejak dini.
"Daun kelor kaya akan zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi warga Desa Sibanggede agar dapat mengolah tanaman lokal yang ada di pekarangan rumah menjadi suplemen dan makanan bergizi tinggi bagi balita dan ibu hamil," jelasnya.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh pihak Posyandu dan Pemerintah Desa Sibanggede atas kontribusi nyata Unmas Denpasar dalam mengedukasi masyarakat.
Editor : Iqbal Kurnia