6.943 Keluarga di Tabanan Masuk Desil 1, Ketua DPRD Dorong Pengentasan Kemiskinan

IGA Kusuma Yoni • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:25 WIB
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa. (Ist)
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, mendorong seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Tabanan, baik itu pemerintah dan swasta untuk bersama-sama menanggulangi kasus kemiskinan di Kabupaten Tabanan.

Hal ini disebutkannya karena kemiskinan tidak dapat dipandang hanya dari sisi rendahnya pendapatan, melainkan merupakan persoalan multidimensional yang berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga kesempatan ekonomi.

Arnawa meminta seluruh elemen di Kabupaten Tabanan untuk terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan sektor pertanian, pariwisata, infrastruktur, sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan.

Baca Juga: Modus Janjikan Kerja ke Jepang, Pria Buleleng Tipu Istri Siri Rp31 Juta

“Kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan, namun juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” jelasnya.

Terkait kesejahteraan masyarakat ini, Arnawa menyebutkan bisa dilihat dari beberapa indikator utama yakni masyarakat yang cerdas, sehat, dan Sejahtera, karena peningkatan kualitas pendidikan akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.

Upaya ini dikatakannya juga termasuk dalam memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan perekonomian keluarga, khususnya bagi kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang ada di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Tipikor Polres Bangli Pelototi Pengerjaan Revitalisasi Sekolah, SDN 1 Tamanbali Jadi Sasaran Pertama

“Sehingga program pengentasan kemiskinan ini dikatakannya bisa dilakukan dengan maksimal dan seluruh masyarakat bisa merasakan dampak dari upaya pengentasan kemiskinan ini,” lanjutnya.  

Sementara itu, berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang digunakan dalam penyusunan profil kemiskinan, tercatat sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 individu berada pada desil 1 di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Manfaatkan Rumah Ditinggal Meajar-ajar, IWS Gasak Uang dan Perhiasan di Kintamani

Atas kondisi tersebut karena itu, Arnawa meminta proses penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tabanan secara nyata bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin serta menangani kantong-kantong kemiskinan.

“Pencapaian penurunan kemiskinan tidak boleh hanya dilihat sebagai angka statistik. Di balik data tersebut terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pekerja, petani, nelayan, hingga kelompok masyarakat lainnya,” tambahnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Desil DPRD Tabanan kemiskinan