Monev Desa di Banjarangkan, Wabup Klungkung Minta Kurangi Kegiatan Seremonial

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:34 WIB
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra. (DOK BALI EXPRESS)
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali turun ke desa untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran.

Kali ini, evaluasi menyasar Desa Tusan dan Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (25/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) penyelenggaraan pemerintahan kecamatan, desa dan kelurahan yang dilakukan Pemkab Klungkung secara bertahap.

Baca Juga: Modus Janjikan Kerja ke Jepang, Pria Buleleng Tipu Istri Siri Rp31 Juta

Wakil Bupati (Wabup) Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Evaluasi tidak hanya melihat administrasi pemerintahan desa. Tim juga memeriksa pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan hingga program pemberdayaan masyarakat.

Wabup yang akrab disapa Tjok Surya itu mengatakan, monev menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa tetap berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Tipikor Polres Bangli Pelototi Pengerjaan Revitalisasi Sekolah, SDN 1 Tamanbali Jadi Sasaran Pertama

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi perangkat desa untuk berkonsultasi apabila menemukan persoalan dalam penerapan aturan.

"Hasil potret ini akan kita sinkronkan dengan peraturan terbaru dan tata pelaksanaan yang seharusnya. Jika ada hal yang kurang dipahami atau diragukan oleh perangkat desa, di sinilah ruang untuk berkoordinasi langsung dengan tim monev kabupaten," ujarnya.

Baca Juga: Manfaatkan Rumah Ditinggal Meajar-ajar, IWS Gasak Uang dan Perhiasan di Kintamani

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan desa agar tidak lengah dalam mengelola keuangan.

Setiap penggunaan dana harus dilakukan secara terbuka, sesuai peruntukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan main-main terkait tata kelola penggunaan anggaran, jangan sampai ada yang bermasalah. Setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Perhatian terhadap penggunaan anggaran dinilai semakin penting di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian.

Tjok Surya meminta desa lebih selektif menentukan kegiatan dan tidak menghabiskan anggaran untuk program yang minim manfaat bagi masyarakat.

Ia mendorong perangkat desa menyusun program berdasarkan kebutuhan warga serta memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Pengembangan potensi lokal dinilai dapat menjadi salah satu cara bagi desa untuk meningkatkan manfaat pembangunan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Saya minta dengan sangat, rancang kegiatan yang benar-benar tepat sasaran. Kurangi kegiatan yang bersifat seremonial, pastikan program yang dibuat langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, desa juga harus rajin menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki," pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
pengunaan anggaran kegiatan seremonial Wakil Bupati Klungkung