BALIEXPRESS.ID – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Seychelles, jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, I Putu Darmayasa, 52, tiba di rumah duka di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Rabu (16/9/2026).
Darmayasa meninggal dunia setelah mengalami stroke secara mendadak saat bekerja di Seychelles, negara kepulauan yang berada di kawasan Afrika Timur.
Almarhum diketahui telah bekerja di Seychelles sejak 2019. Selama berada di negara tersebut, Darmayasa bekerja sebagai tenaga pemasang rumah kayu knock down sekaligus sopir.
Baca Juga: Susahnya Menjaga Rumput Alun-Alun Bangli Tetap Hijau, Larangan Bermain Tak Digubris
Kondisi kesehatannya kemudian disebut mengalami penurunan drastis setelah terkena serangan stroke.
Selama menjalani perawatan hingga proses pemulangan jenazah ke Bali, seluruh biaya disebut telah ditanggung oleh perusahaan tempat Darmayasa bekerja.
Kepala Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, mengatakan jenazah Darmayasa sebenarnya sudah tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
Baca Juga: Pembangunan Sasana Budaya Bangli Berlanjut, Nilai Proyek Rp14,95 Miliar
Karena pesawat tiba larut malam, pihak keluarga kemudian sepakat melakukan penjemputan pada Rabu pagi.
“Pagi tadi bersama keluarga kita laksanakan penjemputan ke bandara,” kata Agus.
Baca Juga: InJourney Hospitality Raih Enam Penghargaan BTA 2026
Setibanya di Bandara Ngurah Rai, keluarga yang didampingi jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana terlebih dahulu menyelesaikan sejumlah administrasi, termasuk penandatanganan serah terima dokumen jenazah.
Rangkaian administrasi tersebut selesai sekitar pukul 09.49 Wita. Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 09.58 Wita, ambulans yang membawa jenazah diberangkatkan menuju Jembrana.
Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai menuju rumah duka berlangsung sekitar dua jam lebih. Ambulans tiba di Lingkungan Dewasana sekitar pukul 12.18 Wita.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya disemayamkan.
“Setibanya di rumah duka, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” ujar Agus.
Keluarga kemudian mempersiapkan rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi almarhum. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, prosesi pengabenan Darmayasa dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9/2026) mendatang.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Informasi keluarga, pengabenan almarhum dilaksanakan 24 September mendatang,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan