BALIEXPRESS.ID- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan bekerja sama dengan Yayasan Free and Safe menggelar kegiatan Capacity Building bagi Warga Binaan dengan materi pembelajaran Bahasa Inggris, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kemampuan diri warga binaan melalui pembelajaran yang mendorong peningkatan keterampilan serta kepercayaan diri selama menjalani masa pembinaan.
Melalui materi Bahasa Inggris, peserta diperkenalkan pada kemampuan komunikasi dasar yang dapat menunjang interaksi sehari-hari sekaligus memperluas wawasan.
Baca Juga: Sempat Batuk sebelum Diving, WNA Malaysia Meninggal Dunia di Nusa Penida
Warga binaan tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai latihan dan diskusi yang membangun keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan bahwa Capacity Building merupakan salah satu sarana untuk mendorong warga binaan terus mengembangkan potensi yang dimiliki selama menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan Capacity Building ini, kami berharap mereka memperoleh keterampilan baru yang dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Tari Baris Paku, Warisan Sakral Leluhur Banjar Adat Sabang
Kegiatan Capacity Building terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang mendorong Warga Binaan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai materi yang relevan.
“Dengan pendekatan tersebut, proses pembinaan tidak hanya menjadi sarana perbaikan diri, tetapi juga kesempatan untuk terus bertumbuh dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Baca Juga: Tradisi Mapeed Desa Adat Sukawati, Berjalan Beriringan Mendak Tirtha, Ada Sejak Abad ke-18
Sementara itu, instruktur dari Yayasan Free and Safe, Laura, menjelaskan bahwa penguasaan kemampuan dasar Bahasa Inggris dapat memberikan manfaat yang luas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan diri.
“Belajar Bahasa Inggris bukan hanya tentang memahami kosakata atau tata bahasa, tetapi juga melatih keberanian untuk berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri,” ungkapnya.
Salah seorang warga binaan, Agus, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa belajar Bahasa Inggris. Walaupun masih dasar, saya merasa mendapatkan pengetahuan baru dan lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya pelajari,” tuturnya. (*)
Editor : I Made Mertawan